LDII Waykanan Gelar Liga Sepakbola Persahabatan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Waykanan tetap membuka dan melaksanakan Liga Sepakbola di kabupaten setempat, Minggu (1/11) sore ini di lapangan sekolah Kampung Ubud Kencana Kecamatan Blambangan Umpu dan yang saling berhadapan adalah pondok Pesantren (PPPM) bahrul ulum melawan PC LDII Pakuan Ratu

“Tetap mengedepankan protokol kesehatan bagi para pemain tapasya di mana sebelum bermain petugas akan melakukan pengecekan sementara penonton jika menimbang untuk tidak berkumpul ataupun bergerombol karena salah satu tujuan pelaksanaan kejuaraan ini adalah Untuk tetap menjaga kebugaran masyarakat di tengah pandemi Corona,” Hi. Agus Runcik.S.Pd. Pembina LDII Waykanan yang tadi itu didampingi oleh Nuryono ketua RT dan Dedi Saputra Ketua jamaah muda mudi Waykanan

Bacaan Lainnya


Menurut ketua panitia Liga, Efan Febrianto, lomba tersebut bukan agenda resmi PSSI, melainkan pertandingan persahabatan .

“Ini bukan liga resmi alias hanya pertandingan persahabatan atau silaturahmi antar kepengurusan dan jamaah LDII Waykanan yang diadakan keliling daerah dalam ruang lingkup di kabupaten setempat, yang diikuti oleh 8 klub dengan 72 pertandingan secara kandang dan tandang.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, hal itu tidak lepas dari kerja keras semua panitia khususnya dan seluruh jamaah LDII umumnya yang telah merencanakan dan memprogramkan agenda ini secara matang,” ujar Efan seraya menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus DPD, PC, PAC LDII se Kabupaten Waykanan, dengan persiapan pelaksanaan biaya liga sebesar 180 juta yang berasal dari swadaya pengurus dan jamaah serta sumbangan dari para donatur jamaah LDII Waykanan yang tidak mengikat. 

Dalam kesempatan yang sama, Aiptu Agus Runcik selaku Pembina LDII di Waykanan menambahkan, tujuan diadakannya acara tersebut untuk membiasakan diri berolahraga, dalam rangka kita melawan wabah Covid-19, menciptakan dan menjaga pemuda dari kenakalan remaja, dan bisa menjaga akhlak diri mereka sendiri. 

“Best moslem, best character, best achievement. Tujuan kita juga untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, karena di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat,” terang Aiptu Runcik. 

“Kita arahkan ke panitia untuk memaksimalkan kuota peserta nya pelajar dan pemuda, guna pembinaan akhlak dan karakter agar mereka bisa dijauhkan dari hal hal yang maksiat dan kegiatan yang tidak bermanfaat,” pungkasnya. (wk1/mlo)




Pos terkait