Lewat Jatuh Tempo, Inspektorat Waykanan Kembali Beri Keringanan untuk BUMKam Gemah Ripah

  • Whatsapp
Irban 1 Inspektorat Waykanan Bakarudin

Medialampung.co.id – Inspektorat Waykanan dinilai tidak tegas dan terkesan pilih kasih dalam penegakan hukum terkait kuatnya dugaan penggelapan Dana Hibah yang dikelola BUMKam Gemah Ripah Kampung Gunung Sangkaran, sudah jatuh tempo masih memberi keringan waktu. 

Ketua Harian LSM Empati, Adi Suratman meminta Inspektorat Waykanan tegas dan tidak memberikan keputusan karet pada kasus dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh pengurus BUMKam Gemah Ripah Kampung Gunung Sangkaran Kecamatan Blambangan Umpu, bukan malah memberikan keistimewaan dan keringanan waktu, dan bahkan terkesan takut.

Bacaan Lainnya


“Setahu saya Pengurus BUMKam itu diberi tenggang waktu hingga tanggal 16 Maret yang lalu, nyatanya tidak mereka selesaikan. Jadi sudah seharusnya kasus itu direkomendasikan ke penegak hukum bukan malah memberi keringanan waktu lagi, inilah lemahnya penegakan Hukum kita. Selalu dan selalu memberikan toleransi kepada mereka-mereka yang memiliki backing di belakang, padahal sudah jelas menimbulkan kerugian negara,” tegas Adi 

Masih menurut Adi, ia menduga bahwasannya tidak hanya kasus BUMKam Gemah Ripah yang banyak diberikan kelonggaran, melainkan juga kasus-kasus lainnya. 

“Kalau yang satu ini saja tidak tegas, kuat dugaan saya, pasti sudah banyak kasus – kasus yang lain yang dibeginikan dan ini sama saja Pemerintah kita sengaja memelihara para pencuri uang rakyat,” tegasnya. 

Lebih jauh Adi mengharapkan Inspektorat harus segera memperbaiki citranya, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat akan penegakan hukum di Bumi Ramik Ragom. 

“Kalau sekiranya para Pejabat Inspektorat tak mampu menindak, saya rasa lebih baik mundur saja, masih banyak kok putra daerah yang mampu dan tegas untuk menempati jabatan anda,” pungkasnya. 

Diketahui, BUMKam Gemah Ripah masih juga belum mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan dalam pembuatan kandang ayam di kampung gunung Sangkaran. 

Padahal, hasil Audit Inspektorat jelas menyebutkan negara telah dirugikan hampir sebanyak 30 juta rupiah yang seharusnya dikembalikan pada hari Selasa (16/3) lalu. 

Terpisah, Irban I inspektorat Waykanan menyatakan tidak ada niatan membedakan dalam kasus tersebut tetapi semata-mata karena melihat niat baik pengurus BUMKam tersebut. 

“sebenarnya mereka sudah mengangsur tetapi belum dikembalikan semua jadi kami beti tempo hingga Senin depan (22/3),” ujar Bakarudin saat dikonfirmasi mengenai hal itu. 




Pos terkait