Lima Ekor Sapi Positif Mengandung Cacing Hati

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar melakukan pemeriksaan hewan qurban di sejumlah kecamatan yang melakukan pemotongan hewan qurban.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Agustanto Basmar, S.P, M.Si mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara terdapat lima ekor sapi qurban yang terdapat penyakit cacing hati, dan hati sapi yang mengandung cacing hati tersebut telah dibuang dan dikuburkan. “Hasil pemeriksaan Post Mortem yang kita lakukan terdapat lima ekor sapi qurban yang terkena penyakit cacing hati, rinciannya dua ekor qurban di Kawasan Sekuting Terpadu Pekon Wates Kecamatan Balikbukit, satu ekor di Pekon Padangtambak Kecamatan Waytenong , satu ekor di Kelurahan Pajarbulan Kecamatan Waytenong dan satu ekor lagi di Pasar Liwa Kecamatan Balikbukit,” ungkap Agustanto.

Bacaan Lainnya



Foto Doc – CACING HATI: Tim Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar menemukan lima ekor sapi qurban yang terdapat penyakit cacing hati.

Menurut dia,untuk pemeriksaan hewan qurban tersebut akan berlangsung hingga Selasa (13/8) mendatang,  pemeriksaan hewan qurban tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pihaknya setiap tahun dan  pemeriksaan tersebut meliputi Ante Mortem dan Post Mortem. “Pemeriksaan hewan qurban tersebut untuk memastikan semua hewan qurban dalam keadaan sehat. Jika ditemukan hewan yang dalam kondisi kesehatan tidak baik, maka disarankan untuk tidak diqurbankan. Begitu juga kalau kita temukan ada penyakit cacing hati, maka kita rekoemndasikan agar hatinya harus dibuang dan tidak dibagikan,” ungkap dia

Lanjut dia, secara kasat mata, hewan sapi yang menderita penyakit cacing hati akan terlihat pada bagian mata dan leher yang warnanya mulai menguning, serta badannya juga terlihat kurus. Bahayanya apabila cacing hati tersebut dikonsumsi maka akan berpindah dan menempel di hati orang yang mengkonsumsinya. “Maka untuk mengantisipasinya, kita rekomendasikan agar hati sapi yang mengandung cacing hati tersebut dibuang dan tidak dibagi-bagikan sehingga tidak dikonsumi oleh masyarakat,” pungka dia. (lus/mlo)



Pos terkait