Loekman Sampaikan Laporan Perubahan Saldo Hingga Ekuitas dalam LPPA Lamteng 2019

  • Whatsapp

Medialampung.co.id. – Dalam Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (LPPA) Lampung Tengah TA 2019, Bupati Loekman Djoyosoemarto juga  memaparkan beberapa hal untuk dipelajari dan dibahas DPRD. Yakni laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan operasional, laporan arus kas, posisi keuangan berdasarkan neraca, dan laporan perubahan ekuitas.

“Laporan perubahan saldo anggaran lebih per 31 Desember 2019 terdiri atas saldo anggaran lebih awal dan penggunaan saldo anggaran lebih sebagai penerimaan pembiayaan tahun berjalan sebesar Rp139.955.278.082,15. Kemudian sisa lebih pembiayaan anggaran 2019 sebesar Rp200.010.842.976,16 mengalami kenaikan 42,91% atau sebesar Rp60.055.564.894,01 dari 2018,” katanya.

Bacaan Lainnya



Rincian Silpa, kata Loekman, terdiri atas kas daerah sebesar Rp181.142.323.755,23 dan kas dana JKN puskesmas Rp8.968.504.972,00.

“Lalu kas Badan Layanan Umum Daerah RSUD Demang Sepulau Raya Rp1.302.042.798,93 dan Kas di BOS sebesar Rp8.597.971.450,00,” ujarnya.

Posisi keuangan berdasarkan neraca Lamteng per tanggal 31 Desember 2019, kata Loekman, jumlah aset Rp3.267.504.094.249,08 dan jumlah kewajiban Pemkab Lamteng Rp31.999.440.769,59.

“Jumlah ekuitas Rp3.235.504.653.479,49,” paparnya.

Posisi laporan operasional per tanggal 31 Desember 2019, kata Loekman, pendapatan laporan operasional terdiri atas PAD, pendapatan transfer, dan lain-Iain pendapatan daerah yang sah sesuai dengan laporan operasional (LO) sebesar Rp2.269.290.260.814,67.

“Beban laporan operasional terdiri atas beban operasi, beban transfer, dan beban luar biasa tercapai Rp2.249.699.462.345,65. Dari pendapatan laporan operasional dan beban operasional didapat surplus laporan operasional 2019 sebesar Rp19.590.798.469,02,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan arus kas Lamteng per 31 Desember 2019, kata Loekman, saldo akhir kas Rp200.010.842.976,16.

“Arus kas bersih dari aktivitas operasi dari penerimaan dan pengeluaran Rp405.832.066.590,16; arus kas bersih dari aktivitas investasi aset non keuangan, yaitu dengan adanya penjualan aset dan pengeluaran atas belanja modal selama 2019 dengan nilai minus sebesar Rp347.086.113.896,15; serta arus kas saldo awal yaitu dengan adanya penerimaan pembiayaan 2019 sebesar Rp140.609.114.544,15. Saldo akhir kas per tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp200.010.842.976,16. Dari saldo akhir kas itu terdapat pembatasan kas Rp29.234.156.043,00 yang merupakan DAK fisik dan nonfisik serta dana non kapitasi JKN,” ungkapnya.

Terakhir laporan perubahan ekuitas per 31 Desember 2019, kata Loekman, sebesar Rp3.235.504.653.479,49.

“Saldo awal ekuitas Rp3.215.837.533.868,00, surplus terhadap laporan operasional Rp18.612.674.719,02, serta dampak kumulatif perubahan kebijaksanaan mendasar dikarenakan dengan penyusutan aset tetap, konstruksi dalam pekerjaan menjadi aset tetap gedung dan koreksi kapitalisasi aset tetap dengan nilai Rp1.054.444.892,47. Silakan dibahas dan dipelajari sehingga dalam waktu yang tidak lama bisa ditetapkan menjadi peraturan daerah,” paparnya. (sya/mlo)



Pos terkait