Lokasi Pengibaran Merah Putih, Mulai dari Puncak Gunung hingga Perbukitan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Peringatan HUT RI ke-75 dengan tema “Indonesia Maju” banyak dirayakan dengan beragam cara oleh masyarakat di Kabupaten Lampung Barat. Tidak hanya caranya, Namun lokasinya juga terbilang unik.

Dari informasi yang dirangkum, sejumlah kawasan puncak mulai dari perbukitan hingga pegunungan di Lampung Barat menjadi lokasi pengibaran Sang Saka Merah Putih, mulai dari Puncak Gunung Seminung dengan ketinggian 1.881 Diatas Permukaan Laut (MPDL), Puncak Gunung Pesagi pada ketinggian 2.262 MDPL serta puncak bukit Temiangan Hill di Pekon Trimulyo Kecamatan Gedung Surian pada ketinggian 1.290 MDPL.

Bacaan Lainnya



Bagi para pendaki, Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat untuk memperingati HUT RI ke-75 di puncak gunung. Setiap pendaki berupaya mencapai puncak, membentangkan bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya seraya memberi hormat sebagai tanda syukur akan kemerdekaan.

Diawali dari Gunung Seminung pada ketinggian 1.881 MDPL,tampak ratusan pendaki berusaha mencapai puncak tepat pada Senin, 17 Agustus 2020. Mereka berjalan di pos pintu masuk sambil membawa perbekalan berkemah. Tak lupa tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Para pendaki berbondong-bondong naik gunung untuk sampai di puncaknya dengan membentangkan bendera merah putih atau menancapkan tombak yang telah terpasang bendera merah putih,” ujar Edi Gunawan Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Seminung.

Tahun ini, lanjutnya, Gunung Seminung kebanjiran pendaki, jumlahnya jika di total mencapai ratusan masyarakat dari berbagai kalangan yang tergabung dalam kelompok pendaki pecinta alam. Hal tersebut juga terlihat dari banyaknya kendaraan sepeda motor yang terparkir di gerbang pintu masuk menuju puncak seminung.

“Kami mendaki pada Minggu (16/8) dengan berusaha mencapai puncak kemudian membentangkan bendera merah putih di sana tepat pada 17 Agustus 2020,” ujarnya 

Selain puncak Gunung Seminung, pengibaran bendera pusaka merah putih juga dilaksanakan para komunitas pendaki dan pecinta alam yang dimotori oleh dua komunitas yaitu Gabungan Pendaki dan Penjelajah (GAPPELA) Lampung Barat dan Komunitas Ramah Alam dan Lingkungan (KORAL) asal Kota Metro dikemas dalam agenda  peduli Pesagi Season IV dengan tema “Existensi Atap Negeri Ditengah Pandemi Covid-19”.

Ketua Panitia sekaligus ketua komunitas Gabungan Pendaki dan Penjelajah (GAPPELA) Lampung Barat, Roy Macan mengatakan, kegiatan peduli pesagi season IV itu memiliki tiga agenda penting yaitu dalam rangka bakti sosial bersih–bersih sampah di jalur pendakian gunung pesagi, upacara bendera 17 Agustus serta penanaman sebanyak 1500 bibit pohon buah-buahan untuk mendukung upaya penghijauan.

“Kegiatan ini kembali dilaksanakan untuk empat kalinya sebagai bentuk kepedulian komunitas pecinta alam kepada lingkungan dan alam agar senantiasa terjaga kehijauan, kesejukan dan keindahannya. Disamping itu juga untuk menyemarakan perayaan HUT RI ke-75 dengan tetap menjaga eksistensi atap negeri di tengah Pandemi Covid-19,” tuturnya.

Selain komunitas, kegiatan pendakian Gunung Pesagi dengan ketinggian 2.262 MDPL itu juga dilaksanakan oleh jajaran personil Polres Lambar yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi S.Ik, M.H.

Khususnya pada kawasan perbukitan, pengibaran bendera merah putih juga dilaksanakan di puncak bukit Temiangan Hill Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian. Bendera merah putih raksasa berukuran 10 x 15 Meter oleh tim gabungan pekon, kecamatan, dinas instansi, TNI dan Polri di Puncak Tamiangan Hill dan dihadiri langsung Bupati Parosil Mabsus bersama unsur Forkopimda pada Minggu (16/8) pukul  06:30 WIB.

Peratin Pekon Trimulyo, Buchori, S.P., menyampaikan, pengibaran bendera berukuran besar di puncak Temiangan Hill tersebut, pertama sebagai bentuk luapan kegembiraan atas usia kemerdekaan RI yang sudah ke-75 tahun. Dimana sebagai penerus bangsa wajib untuk memperingati hari kemerdekaan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan RI yang telah mewariskan kemerdekaan yang saat ini dirasakan.

Kemudian, Pekon Trimulyo memiliki Destinasi Wisata Tamiangan Hill yang dikenal dengan sebutan Negeri Diatas Awan. Maka melalui momentum seperti ini menjadi waktu mempromosikan keberadaannya agar lebih dikenal luas oleh masyarakat dan dapat berkunjung melihat dan merasakan langsung keindahan destinasi wisata tersebut.

“Dan ketiga pengibaran bendera pada momentum Dirgahayu RI itu menjadi wadah silaturahmi antar para pemimpin dengan masyarakat,” ucapnya.(edi/mlo)



Pos terkait