Longsor di Pesbar, Satu Keluarga Meninggal Dunia Tertimbun Material

  • Whatsapp
Evakuasi korban longsor di Pesbar. Foto Yogi/Medialampung.co.id

Medialampung.co.id, Lemong – Hujan deras yang melanda di beberapa wilayah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengakibatkan banyaknya bencana alam yang terjadi. Akibatnya satu keluarga di Kecamatan Lemong meninggal dunia dikarenakan tertimbun longsor di Atar Lintik, Pekon Sukamulya, pada Sabtu (27/4) pukul 02.00 WIB dinihari.

Kepala BPBD Pesbar Syaifullah mengatakan, longsor yang terjadi di Pekon Sukamulya terjadi pada tiga titik, yaitu di Atar Lintik merupakan lokasi terjauh dan harus melalui dua lokasi longsor lainnya, dan menutup badan jalan sehingga akses menuju lokasi longsor sulit dijangkau.

Bacaan Lainnya



“Begitu diketahui ada korban jiwa akibat longsor itu, masyarakat langsung melakukan evakuasi korban, bahkan petugas medis Puskesmas Lemong harus berjalan kaki untuk menjangkau lokasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, empat orang warga yang menjadi korban longsor tersebut adalah Dede Rifansyah (25), Indriani (23), Andika (11), dan Kaira Fayola (2), Sedangkan dua korban lainnya atasnama Ishak (56), dan Suanah (53) mengalami luka-luka.

“Semua korban sudah dievakuasi dan pukul 11.00 Wib tadi keempat korban sudah dimakamkam, dan dua orang korban lainnya telah menerima perawatan dari petugas medis,” jelasnya.

Ia menambahkan, kronologi kejadian yang bermula dari guyuran hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah di Atar Lintik Pekon Sukamulya longsor dan menimbun rumah yang menimbulkan korban jiwa satu keluarga.

“Pada saat kejadian ada tiga titik longsor di jalan menuju Pekon Sukamulya sehingga tim medis, anggota kepolisian, dan Satlak BPBD tidak bisa sampai kelokasi longsor, namun warga berhasil mengevakuasi para korban,” bebernya.

Melihat kondisi cuaca yang belum bersahabat dan potensi hujan deras masih akan terjadi, pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada, dan selalu berhati-hati saat melaksanakan aktivitas. ” Kita imbau masyarakat waspada terutama yang berada dipinggir tebing dan sungai, karena intensitas hujan beberapa hari ini sangat tinggi,” tandasnya. (yog/mlo)



Pos terkait