Longsor Pemukiman Karangagung Masih Dikaji, Warga Diimbau Mengungsi Sementara

  • Whatsapp
Kepala BPBD Lambar Maidar, S.H , M.Si

Medialampung.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat masih mengkaji dan melakukan penghitungan tingkat kerusakan longsor pemukiman di Pekon Karangaagung, Kecamatan Waytenong. 

Kepala BPBD Lambar Maidar M.Si, jika dilihat dari kondisi longsoran cukup berat, dan atas keadaan itu BPBD masih akan melakukan penghitungan tingkat kerusakan, dan akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) .

Bacaan Lainnya

“Kita sudah tinjau dan koordinasi, sekarang masih melakukan pengkajian dan penghitungan tingkat kerusakan,” katanya.

Maka dari itu sembari menunggu hasil penghitungan, Maidar minta supaya warga sementara waktu mengungsi dulu jangan mengambil resiko. 

“Kalau menunggu dibangun prosesnya masih panjang dan masih akan mengukur anggaran. Apalagi sekarang curah hujan cukup tinggi khawatirkan keselamatan. Karena itu, sebaiknya sebelum ada penanganan lebih lanjut warga mencari tempat aman,” imbaunya. 

Maidar juga menyampaikan kepada warga agar mengupayakan untuk tidak mendirikan bangunan di daerah yang rawan bencana, seperti dekat tebing, karena dalam jangka panjang akan berdampak seperti longsor. 

“Pak bupati juga  mengimbau masyarakat menghindari untuk  mendirikan rumah di lokasi rawan bencana dekat tebing, dekat Sungai dan lainnya yang membahayakan,” tandasnya.

Sebelumnya, belum adanya penanganan pada longsor yang terjadi di pemukiman warga Pekon Karangagung, menyebabkan kondisi semakin mengkhawatirkan. Bahkan satu rumah warga telah dibongkar pemiliknya karena sebagian bangunan sudah terseret longsor.

Pantauan media ini dilokasi, penyebab longsor karena tebing yang persis berada di belakang rumah warga tergerus air, yang menjadi titik buang saluran air (drainase). 

Dan sekarang ini satu rumah warga sudah cukup mengkhawatirkan karena dinding rumah persis berada di bibir jurang. 

Dikonfirmasi di Balai Pekon Karangagung, Peratin Hi. Sufrizal, S.E., mengatakan atas bencana alam tanah longsor itu langkah yang telah diambil pihak pekon menyampaikan proposal kepada Pemkab Lambar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar, dan telah direspon dengan dilakukan peninjauan oleh pihak BPBD bersama Camat Waytenong Bambang Hemanto, S.Pdi, M.M. 

Terkait kondisi yang terjadi, jika tidak dilakukan tindakan cepat akan semakin merugikan, baik amblasnya rumah warga serta berpotensi memutus akses jalan yang statusnya jalan kabupaten menuju Pasar Senin Kelurahan Pajarbulan. 

Karena itu, Sufrizal sangat mengharapkan peran serta dan tindakan cepat Pemkab Lambar dalam melakukan penanganan dalam waktu dekat ini agar kekhawatiran akan longsor dapat ditangani. (r1n/hrs/mlo)

Pos terkait