LPA Pesimis Lamteng Jadi KLA

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Lampung Tengah menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang berkomitmen mendukung Indonesia Layak Anak 2030. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Lamteng Ardito Wijaya saat menghadiri Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Kabupaten Layak Anak (KLA) Lamteng secara virtual di Ruang BJW, Rumah Dinas Nuwo Balak, Senin (7/6).

Ardito Wijaya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak karena Lamteng mendapat kesempatan diverifikasi lapangan untuk KLA 2021. 

Bacaan Lainnya


“Menjadi KLA, ada beberapa strategi yang telah dilakukan Pemkab Lamteng. Di antaranya mengutamakan kebutuhan hak dari anak yakni dengan mengintegrasikan pemenuhan hak dasar anak dalam menyusun perundang-undangan, kebijakan, serta program mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. Juga penguatan kelembagaan lingkup pemerintahan di tengah masyarakat, sosialisasi kepada lintas sektoral, dunia usaha dan media. Kami upayakan aktif agar Lamteng bisa bersama-sama untuk menjadi KLA,” ujarnya.

Ardito Wijaya berharap masukan terbaik dari Kementerian PP dan PA. “Lamteng mohon masukan dan saran agar Lamteng jadi KLA. Sesuai visi-misi menjadikan Lamteng sebagai kabupaten terbaik se-Provinsi Lampung khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng Eko Yuwono menyambut baik komitmen Lamteng menjadikan Indonesia Layak Anak 2030. Meski demikian, Eko pesimistis Lamteng bisa menjadi KLA 2021. “Kalau 2021 ini, saya pesimistis Lamteng bisa jadi KLA. Pasalnya sudah banyak kasus kejahatan seksual terjadi di Lamteng. Catatan kami 2021 ini sudah ada 61 kasus. Sebanyak 9 di antaranya hamil dan empat orang dihamili ayah kandung,” katanya.

Guna mencegah terjadinya kasus kejahatan seksual terhadap anak di Lamteng, Eko mengajak semua bergandengan tangan. “Semua pihak harus berperan serta mencegah kejahatan seksual terhadap anak terus terjadi. Berjalan bersama-sama. Mari kita putus kejahatan seksual terhadap anak di Lamteng!”

Dalam kegiatan ini dihadiri, Ketua TP PKK Lamteng Mardiana, Kadisdikbud Syarif Kusen, Kadisdukcapil Genta Surimadu, Kadis PMK Firdaus Rokain, Kadissso Zulfikar Irwan, Kepala BKKBN Eduart Hartono, Plt. Kepala Dinas PP dan PA Mery Destian, Kadiskominfo Yudairi Hasan, Plt. Kadishub Helmy Zein, Kepala Bappeda Rony Witono, dan Ketua LPA Eko Yuwono. (sya/mlo)




Pos terkait