LPAI Lambar Kawal Proses Hukum Kasus Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Konsistensi Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) layak diapresiasi, bagaimana tindak meski hanya bertindak sebagai lembaga sosial, banyak upaya sebagaimana tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dijalankan dalam melindungi dan menjaga hak anak dibawah umur terutama yang mengalami kekerasan baik secara fisik maupun non fisik.

Seperti saat ini, LPAI yang dikomandoi Drs. H. Dahlin, M.Pd., tersebut melakukan pendampingan proses hukum, kasus kekerasan yang menimpa seorang anak perempuan dibawah umur berinisial AM (12) warga Pekon Padangtambak, Kecamatan Waytenong. Dengan pelaku ayah tua tirinya yakni BN (33), warga Dusun Argosari Pekon Padangtambak, Kecamatan Waytenong. 

Bacaan Lainnya


Dalam hal pendampingan tersebut LPAI, bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lampung Barat. 

Sekretaris umum LPAI Lambar Jefri Ardiansyah mendampingi Ketua Dahlin mengatakan, LPAI akan terus mendampingi proses hukum atas kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur tersebut.

Pasalnya, dara cantik itu kerap mendapatkan perlakuan kekerasan dari ayah tirinya, tapi karena takut korban enggan untuk melaporkan kepada orang tua kandungnya.

Dan setelah terungkapnya kasus itu, LPAI bersama DP2KBP3A Lambar secara cepat merespon. Dengan akan melakukan pendampingan hukum serta psikologis terhadap korban kekerasan.

“Disini kita akan terus mendampingi korban  yang menurut laporan ke LPAI anak tersebut sering mengalami kekerasan oleh orang tua tiri. Selain sering dibentak dan dipukul, pelaku  pernah beberapa kali meraba bagian dada korban,” kata dia.

Oleh sebab itulah kata Jefri LPAI juga akan Terus berkoordinasi dengan DP2KBP3A Lambar terkait  kasus itu  sampai nanti sidang putusan.

“Kasus ini sekarang sudah sampai di Kejaksaan Negeri (Kejari) Liwa, tapi mungkin ada kekurangan atau belum (P21) sehingga pihak polsek kembali memanggil korban dan keluarga untuk dimintai keterangan dan kami tetap dampingi,” imbuhnya.

Dan atas nama LPAI, Jefri berharap pelaku bisa mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya. “Kami juga menghimbau seluruh warga untuk tidak segan dan takut melaporkan apabila melihat atau mendengar adanya kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Karena perkara anak bukanlah suatu aib,” tandasnya. 

Dari data penyidikan Unit Reskrim Polsek Sumberjaya sebelumnya, tersangka telah melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 UU RI No.17/2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No.23/2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 44 ayat (1) UU No.24/2003 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

Mewakili Kapolres Lambar AKBP Rachmad Tri Haryadi, S.Ik., M.H., Kapolsek Sumberjaya Kompol Kadengan melalui Panit Reskrim Ipda Mahmudi, mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (17/4) Pukul 16.30 WIB di Dusun Argomulyo, Pekon Padangtambak.

Kasus ini terungkap atas dasar laporan saudara korban atas nama, Amriadi (43), serta beberapa saksi seperti Adi Kartono dan Rahmah

Dijelaskan juga kronologis kejadian Sabtu (17/4) pukul 16.30 WIB, korban pulang kerumah hanya ada pelaku dan memarahinya sambil menggebrak meja kayu hingga menyebabkan penyangganya patah dan roboh. Korban pun terjatuh karena tertindih oleh bagian meja, dan mengakibatkan luka lebam  pada  bagian paha sebelah kanan dan betis. 

Tak hanya sampai disitu, sang bapak tiri menjambak rambut korban dan membenturkan kepalanya  ke dinding beton rumah sebanyak lebih kurang lima kali yang berakibat pada bagian  kepala sebelah kanan benjol dan  bagian pelipis sebelah kanan luka  lebam membiru.

Setelah perbuatan kekerasannya tersebut  pelaku mengancam agar korban tidak menceritakan kejadian tersebut dengan siapapun, lalu korban pergi berlari sambil menangis meninggalkan rumahnya. (r1n/mlo)




Pos terkait