LPG 3 Kg di Sejumlah Wilayah Balikbukit Mulai Langka

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) diharapkan dapat melakukan pengecekan ke lapangan guna menyikapi keluhan masyarakat yang kesulitan mendapat pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) khusus tabung 3 kilogram yang disubsidi pemerintah. 

Sebab, dari penelusuran di lapangan, kesulitan untuk memperoleh LPG 3 Kg itu terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Balikbukit seperti di Kelurahan Pasarliwa, Waymengaku dan beberapa pekon lainnya. Kelangkaan tersebut terjadi pasca lebaran Idul Adha 1442 H.

Bacaan Lainnya

“Kami harap ada pengecekan di lapangan, karena LPG 3 Kg ini sangat sulit didapat, kami sudah keliling bahkan sampai ke pekon dan kelurahan lain tapi stok tidak ada, saking langkanya saat stok datang di warung dan pangkalan langsung habis,” ujar Marni salah seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Pasarliwa. 

Sementara itu, pengakuan dari sejumlah pemilik warung di Kecamatan Balikbukit menyebutkan bahwa memang sejak beberapa hari terakhir pengiriman LPG 3 Kg cukup tersendat. 

“Ya gas-nya masih kosong belum dikirim, kami tidak tahu apa penyebabnya dan sejak sepekan terakhir memang telat,” ujar sejumlah sumber.

Menyikapi itu, Sekretaris Dinas Koperasi Diskoperindag Drs. Junaidi Jamsari, M.M. mendampingi Kepala Diskoperindag Ir. Sugeng Raharjo, M.T, mengatakan pada hari raya Islam Idul Adha 1442 Hijriyah stok LPG tabung 3 Kg di Lambar telah dilakukan penambahan fakultatif sebanyak 7% atau 12.320 tabung.

“Pasokan sudah ditambah, hanya saja dikarenakan kebutuhan masyarakat meningkat saat lebaran, belum lagi banyak acara hajatan maupun musibah, sehingga penambahan distribusi belum dapat mengimbangi kebutuhan masyarakat dan kondisi tidak bisa dihindarkan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan, Wakil Kepala Bidang Wilayah IV DPC Hiswana Migas Lampung Prayugo Widodo, S.H, kesulitan masyarakat untuk mendapat pasokan LPG 3 Kg bersubsidi disebabkan adanya peningkatan pemakaian selama lebaran Idul Adha .

“Sudah kita koordinasikan ke Pertamina dan penyebabnya karena ada peningkatan pemakaian selama lebaran. Namun sekiranya alokasi cukup, maka nanti mungkin ada penambahan fakultatif lagi karena alokasi harus cukup sampai akhir tahun,” tandasnya.(edi/mlo)


Pos terkait