Luapan Sungai Way Ngaras Hantui Warga

  • Whatsapp
Bangunan Masjid yang ada di Pekon Kota Batu Kecamatan Ngaras Kabupaten Pesbar terancam habis tergerus aliran sungai Way Ngaras - Foto Doc

Medialampung.co.idBangunan Masjid Al-Ikhlas di Pekon Kotabatu Kecamatan Ngaras Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), terancam tergerus aliran sungai Way Ngaras. Bahkan sebagian pondasi bangunan dan jalan rabat beton di Pekon setempat sudah habis tergerus aliran sungai. Masyarakat setempat khawatir jika musim penghujan kondisi bangunan masjid dan rumah warga di pinggiran sungai Way Ngaras itu akan habis tergerus banjir.

Menurut Peratin Pekon Kotabatu, Harten, sungai Way Ngaras merupakan salah satu sungai besar di wilayah Ngaras, jika musim penghujan kerap terjadi banjir besar.

Bacaan Lainnya



“Kalau terjadi banjir di sungai Way Ngaras ini banyak dampaknya, bukan hanya terhadap bangunan masjid tapi juga rumah-rumah penduduk yang ada di pingir sungai ini,” kata Harten.

Dijelaskannya, sepanjang tepi sungai Way Ngaras terutama di wilayah Pekon Kotabatu pada 2018 lalu, sebagian lahan dan bangunan rumah warga serta jalan lingkar pekon di pinggir sungai itu pernah habis tergerus banjir. Termasuk sebagian bangunan masjid Al-Ikhlas kini sudah terancam habis.

“Masyarakat berharap kedepan di sepanjang pinggir sungai Way Ngaras ini  dipasangi beronjong atau talud, sehingga lahan dan bangunan tidak habis tergerus,” ujarnya.

Dikatakannya, persoalan kondisi aliran sungai Way Ngaras yang mengancam pekon Kotabatu  dan pekon lainnya yang berbatasan dengan sungai itu telah diusulkan melalui Musrenbang ditingkat Kecamatan. Bahkan telah diusulkan proposal ke Pemkab melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar di pinggir sungai Way Ngaras itu di bronjong.

“Kita sudah mengajukan proposal agar pinggir sungai Way Ngaras di wilayah Pekon Kotabatu ini dipasang beronjong dengan panjang sekitar 100 meter,” jelasnya.

Namun, kata dia, hingga tahun anggaran 2019 belum terealisasi, untuk itu pihaknya berharap pada 2020 mendatang Pemkab setempat memprioritaskan pemberonjongan di pinggir sungai Way Ngaras itu, setidaknya yang kini mengancam bangunan rumah dan lahan warga serta masjid dengan panjang sekitar 100 meter.

Dari total lahan dipinggir sungai Way Ngaras khususnya di pekon Kotabatu  yang tergerus banjir sekitar 500 meter, tapi kondisi pinggir sungai yang sangat prioritas harus ditangani sekitar 100 meter.

“Yang jelas masyarakat berharap seluruh pinggir sungai sepanjang 500 meter itu agar ditangani oleh Pemkab Pesbar,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait