Luar Biasa, Petani Porang Suoh Raup Hasil Rp120 Juta dalam Sekali Panen

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tanaman porang menjadi salah satu komoditi yang menjanjikan.   Terinspirasi dari Petani di Madiun Jawa Timur,  maka petani di Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat  kini mulai mengembangkan komoditi tersebut, bahkan hasilnya cukup menggiurkan dimana salah satu petani di wilayah itu mampu menghasilkan Rp120 juta dalam satu kali panen.

Joko Purnomo, Peratin Pekon Sumberagung Kecamatan  Suoh  yang juga mulai mengembangkan tanaman porang mengungkapkan, potensi pasar porang sangat bagus, terlebih ditengah produktivitas tanaman kakao yang ada di wilayah itu terus mengalami penurunan, dan tanaman pisang yang rawan terhadap  hama dan penyakit maka porang menjadi komoditas yang menjanjikan.

”Porang menjadi tanaman alternatif dan sangat menjanjikan bagi petani, hasil per-hektar jika dihitung dua musim bisa menghasilkan rata 2 kg/batang, dan rata-rata rata-rata per hektarnya ditanami 40 ribu batang sehingga satu hektarnya mampu menghasilkan 80 ton umbi porang,” ungkap Joko Purnomo.

Beberapa waktu lalu, pihak PT. Ambico dari Mojokerto  datang ke Suoh,  untuk memberikan  pembinaan kepada petani porang sekaligus membeli hasil panen salah seorang petani porang di Suoh dengan hasil sekali panen mencapai 10 ton, dengan harga jual Rp12 ribu/kg, yang tentunya uang yang dihasilkan dari petani tersebut mencapai Rp120 juta hanya dalam satu kali panen.

”Ini sangat menjanjikan bagi petani, dan perlu diketahui pabrik pengolahan porang di Indonesia keseluruhan sudah berdiri sampai tahun 2020 ini sebanyak 15 pabrik,  sehingga jangan khawatir jika hasil panen  tidak laku atau tidak ada yang nampung,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kisaran harga jual bibir porang  berkisar Rp350 sampai Rp400 ribu perkilogram, dengan jenis bibit dari umbi dan katak. Untuk   bkibit porang sendiri kini sudah mulai mudah didapat, sehingga bagi petani yang berminat untuk mengembangkan komoditi tersebut ia mengaku tidak berkeberatan untuk menerima konsultasi dari petani.

”Awalnya  memang sempat ragu untuk mengembangkan tanaman ini di Suoh, selain karena  belum ada  petani yang mengembangkan komoditi tersebut, juga kita sempat ragu dengan pemasarannya, tetapi sekarang dari pihak  perusahaan siap  membeli langsung ke petani,  dan saat ini  di Suoh sekitar 10 hektar lebih lahan yang ditanami porang dan Alhamdulillah hasil dan pemasarannya sudah terbukti menjanjikan,” imbuhnya. 

Seperti diketahui, tak sedikit manfaat yang didapatkan dari tanaman porang, seperti banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik hingga penjernih air.

Tumbuhan umbi khas tropis yang dulu dianggap sebagai hama, kini menjadi incaran para pengusaha di sektor pertanian. Pasalnya, tumbuhan ini menjanjikan keuntungan hingga ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Di pasar ekspor, porang banyak dicari sebagai bahan makanan dan industri obat juga kecantikan. Tumbuhan yang dulu tidak pernah dianggap ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasar ekspor seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea. (nop/mlo)



Pos terkait