Lurah Mardani Pantau Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Kurban di 4 Masjid

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Lurah Labuhanratu, Kecamatan Labuhanratu, Kota Bandarlampung, Mardani melakukan silaturahmi dan memantau sekaligus menyaksikan penyembelihan hewan qurban di empat masjid di wilayah setempat. 

Mardani kepada medialampung.co.id mengatakan, keempat masjid diamksud, yakni Masjid Al-Azar, Masjid Al-Kasar, Masjid Al-Ihsan dan Masjid Al-Iklas.

Bacaan Lainnya



Saat ditemui di Masjid Al-Azar di Jl. Keramat Labuhanratu, Mardani mengatakan hewan kurban yang disembelih berjumlah enam ekor sapi dan 12 ekor kambing.

“Hewan yang disembelih merupakan kurban yang dibeli warga dari hasil iuran tahunan dan dibagikan kepada warga setempat,” jelasnya. 

Terus dia, pemantauan di masjid-masjid itu dilakukan guna memastikan warga menjalankan protokol kesehatan disaat berlangsungnya penyembelihan dan pembagian daging kurban di masa pandemi Covid-19 ini sesuai maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Saya berkunjung sekaligus silaturahmi dengan warga saya. Barangkali ada petugas yang lalai, saya wajib mengingatkan,” terangnya.

Bhabinkamtibmas Aiptu Waji (kiri) Lurah Labuhanratu Mardani (dua dari kiri) dan Babinsa Labuhanratu Sertu Septianto (empat dari kiri) bersama warga saat memantau pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Iklas di kelurahan setempat.

Lanjut dia, pembagian daging kurban dilakukan secara teratur. Ada yang dibagikan di lokasi penyembelihan, ada juga yang dibagikan dari rumah ke rumah agar warga tidak berkerumun.

“Penyembelihan hewan kurban tahun ini dilakukan panitia kurban satu hari setelah shalat Idul Adha. Itu karena shalat Ied kemarin bertepatan hari Jum’at sehingga waktunya mepet jika penyembelihan dilakukan di hari yang sama. Karena kan siangnya sholat Jumat,” kata dia.

Sementara Bhabinkamtibmas Labuhanratu, Aiptu Waji mengatakan suasana keamanan di Masjid Al-Azar Jl. Keramat Kelurahan Labuhanratu aman dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya tertib sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh MUI dan organisasi islam juga Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Dan tidak lepas dari pantauan saya, Pak Lurah, juga dari pihak Babinsa, masyarakat diwajibkan memakai masker dan memperhatikan alat-alat yang digunakan. Jarak juga kami atur sesuai aturan, dan tata caranya. Pembagian juga diperhatikan jangan sampai berkerumun,” pungkasnya. (adv/ion/mlo)



Pos terkait