Mad Hasnurin Salurkan Bantuan Sembako di Airhitam

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Wakil Bupati Lampung Barat (Lambar) Hi. Mad Hasnurin, mengunjungi Kecamatan Airhitam, dalam rangka penyerahan bantuan sembako berupa Beras dan Ikan Kaleng (Sarden) untuk warga terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), untuk Sepuluh pekon tersebar di kecamatan tersebut.

Secara simbolis Mad Hasnurin menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Lambar kepada warga tersebut bertempat di halaman Kantor Kecamatan Kamis (11/6).

Bacaan Lainnya



Seperti diketahui Dua pentolan tertinggi Kabupaten Lambar yakni Bupati Hi Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin tersebut berkeliling langsung di 15 Kecamatan tersebar di Bumi Beguai Jejama Sai Betik tersebut, untuk bersilaturahmi dengan warga sekaligus menyalurkan bantuan Sembako untuk meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak Covid-19. 

Dalam sambutannya Mad Hasnurin, menegaskan bantuan yang disalurkan tersebut sasarannya untuk  warga terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sesuai dengan usulan dari masing-masing peratin, dengan jumlah keseluruhan 641 orang. 

Tentunya dengan bantuan berupa beras dan ikan kaleng itu mudah-mudahan bermanfaat dan masyarakat yang terdampak, terbantu.

“Covid-19 ini belum berakhir karena itu saya minta masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan,” tegasnya. 

Dan jika ada kualitas bantuan beras ada yang tidak sesuai dengan harapan, seperti kualitas kurang baik pihaknya menyarankan untuk dilaporkan baik kepada peratin, atau camat agar segera diganti. 

Sementara disampaikan Camat Drs. Dahlin, M.Pd., atas nama keseluruhan masyarakat Kecamatan Airhitam mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Lambar atas penyaluran bantuan tersebut.

“Mudah-mudahan bantuan itu bermanfaat, dan masyarakat tetap sehat, kita bersama-sama berdoa, supaya virus ini segera berakhir, kita semua bisa beraktifitas kembali seperti biasa,” harapannya. 

Sekedar diketahui jumlah keseluruhan masyarakat Kecamatan Airhitam yang memperoleh bantuan tersebut sebanyak 641 orang. Jumlah itu diambil dari persentase Sepuluh persen jadi jumlah penduduk, dengan prioritas penerima warga yang belum memperoleh bantuan dalam bentuk lainnya.(rin/mlo)



Pos terkait