Mahasiswa UIN Lampung Jadikan Lambar Objek Penelitian Literasi

Medialampung.co.id – Mahasiswa S2 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melaksanakan kunjungan studi lapangan terkait literasi di Kabupaten Lampung Barat, Senin (21/12). 

Kunjungan 20 orang mahasiswa UIN Raden Intan Lampung dan dua orang dosen pembimbing Dr. Hj. Yetri, M.Pd dan Dr. Tin Amalia Fitri, M.Si., D.P.A., tersebut diterima langsung oleh Bupati Hi. Parosil Mabsus, Asisten Bidang Administrasi Umum Ismet Inoni, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Yudha Setiawan dan Ketua Gerakan Literasi Daerah (GLD) Partinia Parosil Mabsus serta Anggota dipusatian di Lamban (Rumah) Dinas Bupati Komplek Kebun Raya Liwa (KRL), Pekon Kubu Perahu Kecamatan Balikbukit.

Bacaan Lainnya


Kunjungan mahasiswa tersebut terkait analisis literasi yang ada di Kabupaten Lampung Barat yang itu masuk ke dalam salah satu dari tiga komitmen yang dicanangkan Bupati Parosil Mabsus dan Wakilnya Mad Hasnurin. 

Parosil Mabsus dalam sambutannya mengatakan, kunjungan mahasiswa dari UIN Raden Intan Lampung ini merupakan suatu kehormatan tersendiri bagi jajaran Pemkab Lambar.

UIN Raden Intan telah menjadikan sebagai objek penelitian terkait literasi. “Bahagia serta syukur pagi ini pak Bupati mendapat kehormatan dari UIN Raden Intan Lampung terkait kebijakan yang ada di Lampung Barat,” ungkapnya. 

Terusnya, yang menjadi dasar pemikiran timbulnya komitmen literasi ini adalah, karena ingin memajukan pendidikan khususnya di Lampung Barat. Pendidikan ibarat bangunan yang harus kuat dan kokoh.

“Lampung Barat mempunyai potensi yang begitu luar biasa, akan tetapi dari Sumber Daya Manusianya (SDM) relatif belum mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain. Literasi di Lampung Barat lebih cepat diterima oleh para kaum milenial, dan disambut baik dari pemerhati pendidikan, duta baca hingga perusahaan swasta, ” kata dia. 

Terusnya, literasi di Lampung Barat juga telah menjadi salah satu rujukan dari dalam hingga luar Provinsi Lampung. Hal ini tentunya berkat dukungan dan kerja keras dari seluruh jajaran Pemkab Lampung Barat serta GLD yang mencanangkan adanya lamban atau pojok baca di setiap sekolah hingga kantor-kantor baik yang ada di Kecamatan hingga Pekon (Desa) yang ada di kabupaten setempat.

Sementara Dosen Pembimbing, Dr. Hj. Yetri, M.Pd., mengatakan, tujuan kami dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung mencoba menemukan dan mengawinkan apa yang didapat di kelas dan apa yang terdapat di lapangan. 

“Kami melakukan kunjungan ke Lampung Barat karena di Lampung Lampung Barat mempunyai program atau komitmen literasi, dan literasi ini muncul di permukaan yang itu tidak dimiliki kabupaten lain,” imbuhnya.

Kemudian, selain memaparkan literasi Parosil juga memaparkan terkait konservasi dan tangguh Bencana yang menjadi komitmen dalam mewujudkan Lampung Barat Hebat dan Sejahtera.

Pada kesempatan itu, Bupati Parosil yang didampingi Ketua GLD Lampung Barat Parosil Mabsus menyerahkan buku yang berjudul “Antara Aku, Buku dan Lamban Baca” yang diserahkan kepada Dosen Pembimbing Yetri. (nop/mlo)


Pos terkait