Mantan Napi Laporkan Dugaan Penganiayaan di Lapas Waykanan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sinnudin bin Herman, warga Blambangan Umpu berharap agar penyidik Polres Waykanan dapat segera Menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan terhadap dirinya yang terjadi saat dia menjadi warga binaan di Lapas kelas 2 di Waykanan 1 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 Februari 2019.

“Hari itu, sesaat setelah saya dibesuk oleh keluarga saya saya dijemput oleh seorang tamping (warga binaan yang dikaryakan red), yang bernama saimun atas perintah Hardi petugas lapas, dan saat keluar gerbang dari blog tempat saya ditahan di blok A A yang langsung dikunci oleh Roni tiba-tiba saya dikeroyok oleh warga binaan atau narapidana dari Blok B yang langsung memukul saya dengan balok dan ada yang menusuk saya dengan obeng serta memukul dengan tangan kosong, yang dikomandoi oleh warga binaan lain yang bernama Erik,” tuturnya.

Bacaan Lainnya



Setelah peristiwa itu, lanjutnya, ia kemudian dibawa ke Puskesmas untuk melakukan visum et repertum dan kemudian melaporkannya ke Polres Waykanan.

“Karena saat itu saya masih ditahan maka pemberkasan sedikit mandek dan setelah saya bebas, saya harap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut, sehingga oknum-oknum yang sengaja membiarkan saya dianiaya di dalam lapas tersebut dapat ditindaklanjuti secara hukum,” tegas Sinnudin.

Terpisah, Sis Muslim yang pada saat kejadian menjabat sebagai pejabat KPLP Lapas kelas 2B Way Kanan membenarkan kejadian tersebut, hanya saja ia merasa tidak mengetahui persis.

“Infonya memang benar, akan tetapi saya tidak mengetahui secara pasti dan kalau memang saya ikut dilaporkan saya belum ada komentar,” ujar Sis Muslim.

Senada dengan Sis Muslim, Hardi staff KPLP Way kanan yang dikatakan menjemput Sinnudin menyatakan tidak mengetahui kejadian sebenarnya.

“Infonya di blok A terjadi keributan sesama warga binaan, sehingga saya meminta kepada Simon agar Sinnudin di amankan untuk menghindarkan hal-hal yang lebih besar setelah itu saya pergi menjemput anak saya sehingga saat kejadian kan saya tidak berada ditempat,” ujar Hardi.(wk1/mlo)



Pos terkait