Mapak Tuyo, Tradisi Leluhur Hadapi Musim Tanam

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Mapak Tuyo menjadi tradisi yang tetap dipertahankan masyarakat menghadapi Musim Tanam yang rutin dilaksanakan setiap tahun. 

Seperti diadakan petani di Bendungan Way Ngison, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Selasa (3/11).

Bahkan juga dihadiri Bupati Pringsewu Sujadi, Sekdis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Emilia Kusumawati, Kabid OP Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung Soedarto, kadis pertanian Pringsewu Siti Litawati dan sejumlah kepala OPD terkait, Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Provinsi Lampung Gunawan dan IPPPA Pringsewu, Camat Bahrudin serta Uspika beserta para Kepala Pekon juga tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Mapak Tuyo atau Menjemput Air ini diawali dengan arak-arakan upakara dan hasil bumi para petani untuk diserahkan secara simbolis kepada Bupati Pringsewu, untuk kemudian dilarung ke sungai Way Tebu, bersamaan dengan dilepaskannya beberapa ekor burung Merpati oleh Bupati Pringsewu. Ritual ini dipimpin oleh pimpinan agama Islam dan Hindu secara bersamaan.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis sebanyak 6 ribu bibit pohon penghijauan kepada masyarakat Desa atau Pekon Way Ngison, sekaligus penanaman pohon di sekitar bendungan.

Melalui Mapak Tuyo ini, kata bupati, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan.

“Di beberapa tempat di Pringsewu saat ini dikembangkan Minapadi, sehingganya jika pertanian dikelola dengan inovasi, diantaranya sistem Minapadi tersebut, bukan hanya padi saja yang dipanen, tetapi juga palawija dan ikan,” ungkap bupati H. Sujadi.

Sekdis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Emilia Kusumawati mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Lampung memiliki program Kartu Petani Berjaya, dimana Pringsewu menjadi salah satu Pilot Project untuk Kartu Petani Berjaya tersebut.

“Lampung menempati peringkat ke-2 se Sumatera dan peringkat ke-6 di seluruh Indonesia sebagai Lumbung Pangan Nasional. Selain itu, juga menempati urutan pertama untuk peningkatan luas panen, sehingga Provinsi Lampung menjadi lokomotif untuk pembangunan pertanian,” jelasnya.(sag/mlo)




Pos terkait