Marah, Berbohong, dan Gosip

  • Whatsapp
Miftahus Surur, S. Ag.,M. SI

(oleh : Miftahus Surur,  S. Ag., M. Ag) 

Tidak sedikit yang bertanya-tanya apa hukum marah, berbohong dan bergosip (menggunjing) orang lain saat sedang melaksanakan ibadah puasa. Mari kita telaah satu persatu.

Bacaan Lainnya



Pertama, marah. Perilaku marah dimana kemarahan itu bukan dalam konteks menegakkan agama Allah SWT, secara hukum fikih tidaklah membatalkan puasa. Artinya, ketika seseorang marah dalam keadaan sedang berpuasa, maka puasanya tetaplah sah.

Hanya saja, para ulama mengatakan bahwa nilai dan pahalanya hilang. Jangankan dalam keadaan berpuasa, dalam keadaan biasa saja, marah itu tidak diperkenankan. Jadi, saat berpuasa hendaklah sepandai-pandai mungkin untuk mengendalikan nafsu amarahnya.

Kedua, berbohong. Perilaku yang satu ini kerap kali dianggap sebagai suatu kebiasaan. Berbohong juga dianggap bukanlah sesuatu yang mengandung dosa. Padahal dosa berbohong tidak dapat disepelekan. Lalu bagaimana saat berpuasa dan berbohong?

Ketika seseorang sedang berpuasa dan ia berbohong, puasanya tetaplah sah akan tetapi tidak akan mendapat nilai dan pahala dari Allah SWT. 

Kecuali, berbohong untuk hal-hal yang sangat penting. Misalnya, ketika harus melindungi seseorang dan dengan terpaksa kita berbohong, maka itu tidaklah mengapa. Atau seorang suami ketika ditanya oleh isterinya perihal masakan sang isteri (yang mungkin rasanya tidaklah enak), maka tidak mengapa sang suami berbohong dan mengatakan rasa masakan isteri nikmatnya luar biasa dengan niat untuk membahagiakan isteri. 

Ketiga, ngegosip. Perilaku ini juga tidak membatalkan puasa, tetapi membatalkan nilai dan pahalanya. Dalam keadaan biasa saja, ancaman terhadap orang yang suka ngegosip atau menggunjing orang lain ini diibaratkan dalam Al-Qur’an sebagai orang yang memakan bangkai saudaranya. 

Bahkan, dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa dosa menggunjing ini bahkan lebih besar daripada berzina. Ini bukan berarti bahwa lebih baik berzina saja daripada menggunjing, akan tetapi sebagai suatu gambaran betapa besar dosa dan berbahayanya dampak dari ngegosip atau menggunjing itu. 

Demikian, semoga dengan melaksanakan puasa dari rumah (fasting from home) ini membuahkan banyak manfaat diantaranya dapat menghindarkan kita dari dosa marah, berbohong dan ngegosip. Wallahu a’lam bisshowab. (MS)



Pos terkait