Marak Aksi Kriminal, Ketua Komisi I : Masyarakat Harus Jadi Polisi untuk Diri Sendiri    

  • Whatsapp
Ketua Komisi I DPRD Lambar Hi. Untung

Medialampung.co.id – Masyarakat di Kabupaten Lampung Barat perlu meningkatkan kewaspadaan ditengah maraknya aksi kejahatan seperti Pencurian Kendaraan Bermotor (curanmor), pembobolan mesin ATM, hingga peredaran Narkoba yang kian merebak.

Menyoroti sejumlah peristiwa yang terjadi, Komisi I DPRD Lambar mengajak masyarakat untuk membantu aparat kepolisian melakukan upaya preventif dengan memperketat keamanan agar tidak ada celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi I DPRD Lambar Hi. Untung menerangkan, ditengah masa paceklik yang ditengarai juga oleh Pandemi Covid-19 tindak kejahatan semakin tinggi. Untuk itu, Pihaknya berharap aparat aparat kepolisian selaku pihak berkompeten dalam hal ini Polres Lambar agar berupaya maksimal mengungkap kasus yang terjadi.

“Disamping itu peran masyarakat juga diharapkan untuk membantu polisi melakukan tindakan-tindakan pencegahan, karena masyarakat harus peka saat ini sedang dalam kondisi paceklik ditambah adanya pandemi covid-19. Sehingga para pelaku kejahatan semakin nekat, hingga beraksi di siang hari seperti  curanmor yang terjadi di Kelurahan Pasarliwa, jadi harus waspada minimal masyarakat bisa menjadi polisi untuk diri sendiri,” terang Untung.

Sebab, lanjut Politisi partai Gerindra ini, rasa aman dan nyaman seharusnya mutlak dirasakan seluruh lapisan masyarakat. sehingga gangguan kamtibmas yang terjadi saat ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dengan kebersamaan.

“Saat ini ronda sudah mulai digalakan, namun disamping peran kepolisian dan masyarakat, perangkat pemerintahan di tingkat lingkungan juga diminta ikut berpartisipasi dalam meningkatkan keamanan di wilayahnya masing-masing,” pesannya.

Bahkan, kata dia, tak cuma di tengah kota, di lingkungan penduduk di desa dan kelurahan juga saat ini tindak kejahatan seperti curanmor bisa terjadi.

“Kepala lingkungan yang diawasi kelurahan dan kecamatan harus punya andil untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya,” pintanya.

Menurutnya, Kabupaten Lambar telah menyandang ikon sebagai kabupaten teraman dari sisi kamtibmas, sehingga dari sejumlah peristiwa yang terjadi ia khawatir para pelaku merupakan penduduk dari luar daerah yang telah memahami kondisi geografis daerah lambar.

“Daerah kita ini dikenal sangat aman, jadi mungkin para pelakunya orang luar tapi sudah memahami situasi dan kondisi daerah kita, untuk itu kita jangan terlena dan lengah, karena kondisi itulah yang akan dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya,” tandasnya.(edi/mlo)


Pos terkait