Marak Anak Dibawah Umur Bawa Kotak Amal Keliling

Medialampung.co.id – Hingga kini masih marak ditemukan anak-anak di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), setiap hari keliling ke toko-toko, pasar, perkantoran, rumah warga, bahkan kawasan wisata dengan membawa kotak amal dengan dalih sumbangan untuk masjid.

Kondisi itu cukup meresahkan masyarakat, terlebih maraknya kotak amal keliling yang melibatkan anak dibawah umur itu sudah berjalan cukup lama. Hal itu merupakan salah satu bentuk eksploitasi terhadap anak dibawah umur  yang dikhawatirkan akan marak anak-anak yang membawa kotak amal keliling itu sengaja dikoordinir untuk mencari keuntungan.

Bacaan Lainnya


Menyikapi persoalan maraknya anak-anak dibawah umur yang membawa kotak amal untuk sumbangan masjid itu, Pemkab Pesbar bersama stakeholder terkait dalam hal ini lintas sektoral meliputi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pesbar, TNI/Polri, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Lampung Barat (Lambar) di Krui, serta pihak terkait lainnya menggelar rapat koordinasi menyikapi  maraknya anak-anak dibawah umur yang membawa kotak amal keliling itu, Rabu (19/1).

Rapat koordinasi yang dipusatkan di kantor Kemenag Pesbar itu dihadiri Asisten I Setdakab Pesbar, Hi. Audi Marpi, S.Pd, M.M., kepala Kantor Kemenag Pesbar Hi.Yulizar Andri, S.T, M.Ag., Kacabjari Lambar di Krui Christian, S.H, M.H., Danramil 422-03/Pesisir Tengah Kapten Inf.Asyadi, Plt.kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPA-KB) dr. Budi Wiyono, Plt.Kasatpol PP-Damkar, Cahyadi Moeis, perwakilan Polsek Pesisir Tengah serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dilingkungan Pemkab setempat.

Plt. Kepala Dinas PPPA-KB Kabupaten Pesbar, Budi Wiyono, mengatakan, hingga kini di Kabupaten Pesbar masih cukup marak banyak anak-anak yang membawa kotak amal keliling. Sehingga hal itu menjadi kekhawatiran bersama, karena melibatkan anak-anak yang masih dibawah umur  yang sudah masuk dalam eksploitasi anak.

“Dari hasil rapat koordinasi bersama lintas sektoral ini ada beberapa kesimpulan yang akan dilaksanakan, dan itu dituangkan dalam surat keputusan bersama,” katanya.

Dijelaskannya, hasil rapat koordinasi itu intinya melarang keras peredaran kotak amal yang dibawa anak. Dinas PPPA-KB bersama stakeholder terkait lainnya akan melakukan penyelamatan terhadap anak-anak yang membawa kotak amal keliling itu, dengan melakukan penertiban anak-anak yang membawa kotak amal keliling.

“Rencana penertiban kotak amal keliling ini merupakan hasil rekomendasi rapat gugus tugas Kabupaten Layak Anak yang dipimpin oleh Bupati Pesbar belum lama ini,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Dinas PPPA-KB Pesbar  akan melakukan identifikasi, dan mempelajari sumbernya terkait dengan maraknya anak-anak yang membawa kotak amal itu. Artinya, jika diperintahkan oleh pengurus masjid maka pihak pengurus masjid akan diberikan teguran keras. tapi, jika ada yang mengkoordinir itu akan menjadi wewenang pihak penegak hukum dalam hal ini aparat kepolisian.

“Kita akan terus berkoordinasi dengan OPD dan stakeholder terkait, sehingga anak-anak dibawah umur ini tidak lagi menjadi korban untuk keliling mencari sumbangan dengan membawa kotak amal itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt.Kasatpol PP-Damkar Pesbar, Cahyadi Moeis, berharap kantor Kemenag Pesbar segera mengeluarkan surat edaran ke masyarakat tentang larangan meminta sumbangan kotak amal keliling, terlebih yang dilakukan oleh anak-anak, karena status anak-anak itu merupakan korban eksploitasi. Dengan adanya surat edaran itu akan memperkuat tindakan yang akan dilakukan Satpol PP-Damkar dalam melakukan penertiban maraknya kotak amal keliling yang dilakukan anak dibawah umur itu.

“Satpol PP-Damkar  siap melakukan penertiban terhadap anak-anak yang keliling dengan membawa kotak amal itu, karena saat ini memang sudah cukup marak terjadi di Pesbar ini,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait