Masa Paceklik, Buah Pisang Diincar Maling

  • Whatsapp
Pencurian pisang meresahkan para petani pisang di Kecamatan Gedungsurian

Medialampung.co.id – Petani Pisang di Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mulai resah akibat maraknya pencurian buah pisang. 

Meningkatnya aksi kejahatan Pasal 363 pencurian tersebut, tak lepas dari pengaruh suasana paceklik yang tengah terjadi saat ini.

Bacaan Lainnya



Sementara buah pisang selain memiliki nilai jual yang tinggi, juga lebih mudah sikat alias digondol, karena jauh dari pengawasan pemilik kebun.

Ovic warga Bungin Pekon Puramekar, menyebutkan, karena sudah sering terjadi pencurian, banyak petani mulai melakukan antisipasi dengan memberikan tanda pada tandanan pisang yang tujuannya agar lebih mudah dilacak, seperti dengan pemasangan benda yang diselipkan diantara buah pisang. Walaupun hasilnya kurang maksimal dalam menekan pencurian.

“Upaya seperti itu pun telah dilakukan petani, walaupun hasilnya tidak seberapa maksimal,” ungkapnya. 

Disebutkannya buah pisang jadi sasaran empuk pencuri, karena proses pengambilannya tak seberapa sulit, dan tidak sepenuhnya terpantau oleh pemilik karena berada di tengah kebun.

Terkait itu, pihaknya mengharapkan kepada aparat kepolisian untuk dapat melakukan langkah-langkah dalam menghentikan aksi pencurian tersebut.

Salah satunya dengan menekankan para pengepul pisang untuk tidak melayani penjualan pisang dari pihaknya yang tidak dikenal atau mencurigakan.

Sementara ditambahkan Peratin Trimulyo, Buchori, di pekon yang dipimpinnya itu masyarakatnya selalu menjaga kebunnya dengan baik. 

Namun demikian pihaknya sangat mendukung adanya upaya bersama oleh warga aparat pekon maupun kepolisian dalam penanganan antisipasi pencurian. Seperti dengan cara bagi penjual dengan pembeli menyertakan.   Delivery Order (DO) atau bentuk nota termasuk identitas penjual.   

Sementara dikatakan salah satu petani pisang  Adi Lesmana, tanda yang dipasang di tandanan pisang agar dapat diketahui jenisnya jika dicuri, seperti dipasangkan jarum pentul yang dirahasiakan tempatnya, bahkan ada yang memberikan cat (pilox) di batang tandanan serta berbagai langkah lainnya. 

“Jenis pisang cavendish yang rata-rata dikembangkan petani saat ini harga jualnya mencapai Rp3000/kilogram (kg) dan Satu tandanya rata-rata beratnya 30 sampai 40 kg, artinya jika beratnya 30 kg, bisa dijual senilai Rp90 ribu,” ujarnya. (rin/mlo)



Pos terkait