Masih Banyak Petani Belum Paham Cara Tangani Hama Ulat grayak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengimbau seluruh petani jagung di Kecamatan Ngambur, Ngaras dan Bangkunat, yang tanamannya terserang ulat grayak (Spodoptera Frugiperda)  agar lebih memahami pengendalian serangan hama tersebut dengan benar.

Kabid Tanaman Pangan, Gunawan, S.P., mendampingi Kepala Distan Pesbar, Ir. M. Aziz, mengatakan, berdasarkan hasil monitoring dilapangan terutama dilokasi tanaman jagung yang terserang hama ulat grayak masih  petani yang belum paham cara pengendaliannya.

Bacaan Lainnya



“Meski sudah dilakukan penyemprotan, tapi masih ada beberapa petani yang belum paham teknik penyemprotan hama ulat grayak pada tanaman jagung itu,” katanya Selasa (14/1).

Bahkan, lanjutnya, dari hasil monitoring, ditemukan ada petani jagung yang sudah empat kali melakukan penyemprotan ulat grayak tapi belum ada perubahan. Karena itu petani harus pahami beberapa hal dalam pengendalian serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung itu, yakni jenis insektisida yang digunakan disarankan yang berbahan aktif emamektin benzoat.

“Begitu juga dalam konsentrasi takaran kebutuhan cairan insektisida itu harus tepat yakni dengan dosis 400-600 liter/hektare,” jelasnya.

Kemudian, pada penyemprotan juga harus benar-benar tepat waktu, tepat cara dan sasaran penyemprotan. Karena itu, jika seluruh petani jagung memahami tata cara pengendalian serangan hama ulat grayak itu diyakini dapat ditanggulangi dengan baik dan serangan ulat grayak tidak merambah ke perkebunan jagung lainnya. Bahkan, Pihaknya juga berharap petani dapat memaksimalkan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian di wilayahnya masing-maisng maupun Distan setempat.

“Dari sekitar 100 hektare tanaman jagung yang terserang ulat grayak di tiga Kecamatan itu, saat ini sudah ada 50 persen tanaman jagung itu kondisinya sudah membaik,” jelasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait