Masuk Musim Panen Harga Kopi Justru Turun

  • Whatsapp
foto rinto/mlo

Medialampung.co.id – Meskipun saat ini di sebagian Kabupaten Lampung Barat (Lambar) panen awal kopi mulai berlangsung, namun harga jual masih jauh dari harapan petani diatas Rp20 ribu-per-kilogram. 

Bahkan berdasarkan keterangan dari agen kopi di Kecamatan Waytenong Hi Sufrizal, justru sekarang ini harga jual kopi justru turun hanya mampu terjual Rp17 ribu, untuk jenis kopi yang kualitas bagus seperti kadar air. 

Bacaan Lainnya



“Kita tidak tau penyebab masih lemahnya harga jual kopi, tapi inilah harga yang kami terima dari basis di Bandar Lampung,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa harga jual kopi tidak terpengaruh dari nilai tukar mata uang Rupiah dengan Dolar Amerika. Karena jika melihat dari nilai tukar tersebut tentu harga kopi lebih tinggi dari sekarang. 

“Kami juga tidak bisa memprediksi penyebab lembahnya harga jual kopi, apa ada kaitannya terkait pandemi virus corona atau covid-19 atau memang kondisi harga kopi yang masih belum berpihak,” sebutnya.

Namun kata Suprizal diharapkan saat tibanya puncak musim kopi secara menyeluruh di Kabupaten Lambar maka disaat itu harga jual sesuai dengan harapan bersama minimal Rp20 ribu/kg. 

Terpisah dikatakan petani kopi di Kecamatan Belalau Hernal Suandi, memang biasa saat masuk panen kopi harga terbilang rendah. Dan biasanya kenaikan harga saat mulai masuknya Tahun Pelajaran (TP) baru pendidikan, antara Agustus, September dan seterusnya. 

“Jika mau dihitung perimbangan antara biaya perawatan, hingga upa pekerja minimal harga jual biji kopi kering Rp20 ribu, dan harapan petani tentunya saat puncak musim mampu naik diatas harga minimal tersebut,” tandasnya. (rin/mlo)



Pos terkait