Masyarakat Keluhkan Minimnya Kesadaran Pedagang Pasar Tempel Terapkan Prokes

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat Kelurahan Blambangan Umpu dan Kampung Lembasung Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan berharap Polisi Pamong Praja atau Tim Penegak Disiplin lainnya khususnya Tim gugus Tugas Kelurahan Blambangan Umpu dan Kampung Lembasung dapat mendisiplinkan para pedagang yang berjualan di pasar tempel di perbatasan Kelurahan Blambangan Umpu dan Kampung Lembasung, karena selain barang dagangan mereka yang semakin mempersempit jalan juga sebagian besar pedagang tidak menerapkan prokes, sementara para pembeli yang 99 % penduduk lokal tetap prokes.

“Setahu saya lokasi ini masih masuk ke wilayah Kelurahan Blambangan Umpu dan persis di perbatasan dengan Kampung Lembasung, akan tetapi menurut saya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak kedua kampung harus bahu membahu dan secara bersama-sama melakukan penertiban, bukan melarang mereka berjualan, akan tetapi melarang mereka jualan di badan jalan serta harus menerapkan prokes minimal pakai masker dan kalau ada yang melanggar langsung beri sanksi dengan disuruh pulang dan tidak boleh lagi berjualan di tempat ini,” ujar Selik, warga setempat yang merasa jengkel dengan pedagang yang tidak patuh prokes tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut Selik, hari Jumat sebenarnya pasar Milik Pemda KM 2 Blambangan Umpu sudah buka, akan tetapi para pedagang merasa lebih untung kalau mereka berjualan di pasar tempel tersebut karena pembeli lebih banyak dan lokasinya yang strategis.

Saya sendiri sebagai pribadi memang jauh lebih baik belanja disini, tidak perlu ongkos ojek, karena memang dekat rumah saya, uangnya bisa saya belikan beras 2 kg, beras 2 kg itu sudah bisa mencukupi saya dan keluarga 2 hari, tetapi kami minta pedagang itu mengedepankan prokes, karena mereka semua dari luar Blambangan Umpu, kalau mereka tidak mau prokes mereka jangan jualan di situ dan kami harap petugas dapat tegas, karena setiap ditertibkan mereka taat setelah petugas pergi maskernya mereka  dibuka lagi,” imbuh Selik.

Terpisah, hasanudin, SE., MM., Lurah Blambangan Umpu, berjanji akan melakukan sidak minggu depan, dan akan berkoordinasi dengan Kepala Kampung Lembasung.

“Kalau Wilayahnya memang masuk ke Blambangan Umpu, akan tetapi masyarakat penggunanya hampir dipastikan masyarakat Kampung Lembasung dan Kelurahan Blambangan Umpu, yang artinya dampak dari tidak prokes itu nanti akan dihadapi warga Lembasung dan Blambangan Umpu, dari dulu memang sudah kami tegaskan agar mereka menerapkan prokes, akan tetapi kalau memang mereka masih membangkang maka kami tidak akan tebang pilih, kita tutup atau larang pedagang luar untuk dagang disitu, karena memang dilokasi itu sudah ada pedagang lokal, dan mereka selalu prokes,” ujar Hasanudin.(sah/mlo)


Pos terkait