Masyarakat Kembali Ajukan Tuntutan ke PT. NM, Ini Isinya

  • Whatsapp
Ilustrasi aktivitas pertambangan

Medialampung.co.id – Tuntutan pertama masyarakat Pekon Bandaragung Kecamatan Bandarnegeri Suoh Lampung Barat, kepada pihak tambang emas PT. Natarang Mining yang disampaikan melalui surat yang dikirim oleh aparatur pemerintahan Pekon Bandaragung sekitar bulan Agustus lalu masih belum ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Merasa dicueki, aparat Pekon Bandaragung akan kembali mengirimkan surat tuntutan yang kedua dalam beberapa hari kedepan. Terdapat beberapa point tuntutan yang akan disampaikan masyarakat, yang pada intinya pihak perusahaan harus memiliki kepedulian kepada masyarakat sekitar dan lebih menghomati kearifan lokal.

Bacaan Lainnya



Pj. Peratin Bandaragung Mandala Harto mengatakan, beberapa tuntutan yang akan disampaikan pihaknya antara lain, yakni menuntut adanya perhatian pihak perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan di wilayah sekitar yakni delapan Pemangku yang terdampak langsung dari aktifitas tambang yang telah belasan tahun beroperasi di wilayah tersebut.

”Tuntutan selanjutnya, yakni mengaharapkan pihak perusahaan bisa lebih banyak memberdayakan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat sekitar yang terdampak aktifitas perusahaan, kemudian pegawai perusahaan bisa lebih saling menghargai masyarakat lokal, sehingga tercipta keharmonisan,” ungkapnya.

Tuntutan tersebut telah tertuang pada surat yang dikirim pertama kepada pihak perusahaan,  dan salah satu point tambahan yang akan dituangkan dalam surat kedua, yakni berkaitan dengan aktifitas perusahaan yang menurutnya tidak menghargai kearifan lokal.

”Bayangkan pas adzan dzuhur sirene perusahaan berbunyi, dan tetap menjalankan aktifitas-aktifitas pertambangan seperti peledakan, ini kan tidak hanya sekali dan berdasarkan musyawarah dengan masyarakat itu sangat dikeluhkan, dan tentunya kedepan kami berharap pihak perusahaan bisa lebih menghargai kearifan lokal,” imbuhnya.(nop/mlo)



Pos terkait