Mayoritas Pengunjung Perpusda Lambar dari Kalangan Pelajar

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lambar Yudha Setiawan

Medialampung.co.id – Pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) di Kabupaten Lambar dari bulan Januari hingga Kamis (15/4) tercatat 1.961 orang. Jumlah pengunjung mengalami penurunan sejak adanya wabah Covid-19.

“Jumlah pengunjung perpustakaan dari Januari hingga hari ini sebanyak 1.961 orang, rinciannya Januari 742 orang, Februari sebanyak 521 orang dan di bulan Maret hanya 415 orang. Khusus bulan April sampai tanggal 15 jumlah pengunjung sebanyak 283 orang,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Yudha Setiawan, S.I.P, Kamis (15/4)

Bacaan Lainnya


Dikatakannya, dari jumlah pengunjung Perpusda sebanyak 1.961 orang itu terdiri dari pelajar 1.048 orang, mahasiswa 326 orang dan umum 587 orang. “Mayoritas yang banyak berkunjung ke perpustakaan adalah kalangan pelajar,” ucapnya.

Sampai saat ini, kata dia, pihaknya masih memberikan pelayanan bagi masyarakat dan pelajar yang ingin berkunjung ke perpustakaan daerah namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Untuk antisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya telah menyiapkan tempat cuci tangan dan Hand Sanitizer. “Bagi masyarakat yang ingin mencari bahan referensi atau ingin membaca buku-buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lambar melalui aplikasi digital e-Pusda Kabupaten Lampung Barat,” kata dia

Kata dia, jika masyarakat ingin membaca buku melalui aplikasi digital caranya sangat mudah yaitu download e-Pusda KabupatenLampung Barat di Play Store, registrasi (buat akun dengan memasukan nama, email dan lain-lain) kemudian baca buku buku yang diinginkan masyarakat. 

“Jadi masyarakat tetap bisa membaca di rumah meski saat ini terjadi pandemi Covid-19,” kata dia

Seraya menambahkan, dengan adanya program e-Book perpustakaan digital ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam membaca buku karena aplikasi ini mempunyai berbagai keunggulan. Salah satunya, dapat membaca buku dimana saja, kapan saja, dan tanpa harus memikirkan kapan harus mengembalikan buku yang sudah dibaca. (lus/mlo)




Pos terkait