MCCC Lamteng Berikan Bantuan Hazmat 30 Setel Lewat Dinkes

  • Whatsapp
foto sya/mlo

Medialampung.co.id – Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) Lampung Tengah memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) hazmat 30 setel dan sarung tangan untuk para tenaga medis. Bantuan diserahkan oleh Ketua MCCC Lamteng Suharlan didampingi Ketua LazisMu Hasan Basri, dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Eko Yuwono ke Dinas Kesehatan Lamteng.

“Bantuan APD ini adalah rasa kepedulian kami terhadap para medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Kami juga memberikan bantuan sembako terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Kami menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan dengan mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker ketika keluar rumah,” kata Suharlan.   

Bacaan Lainnya



Dengan bantuan ini, Kepala Dinas Kesehatan Lamteng dr. Otniel Sriwidiatmoko mengucapkan terima kasih. “Atas nama Pemkab Lamteng diucapkan terima kasih. Ini bukti Muhammadiyah ikut peduli bersama-sama Pemkab Lamteng memerangi Covid-19. Bantuan ini akan kami salurkan kepada para tenaga medis yang ada di rumah sakit dan puskesmas,” ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamteng membantah ada imbauan untuk puskesmas agar menolak bantuan alat pelindung diri (APD) dari luar untuk penanganan Covid-19. Hal ini ditegaskan Kadiskes Lamteng dr. Otniel Sriwidiatmoko di ruangannya.

“Nggak ada larangan agar puskesmas menolak bantuan APD dari luar Dinkes Lamteng. Kata siapa?” katanya.

Terkait pesan WhatsApp yang dikirimkan ke kepala-kepala puskesmas, Otniel mengakui memang dirinya yang mengirimkan. “Memang saya yang mengirimkan. Tapi bukan maksud menolak bantuan APD. Kita juga kan punya kewajiban melindungi PKM (pelayan kesehatan masyarakat),” tegasnya.

Di tempat terpisah, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto juga membantah hal ini. “Nggak ada larangan atau menolak. Siapapun boleh memberikan bantuan. Kita hanya berharap bantuan APD disalurkan ke Dinkes. Alasannya untuk mengontrol kualitas APD yang diberikan. Nanti Dinkes yang membagikan. Kalau ada pesanan untuk puskesmas mana, nanti disampaikan,” ungkapnya. (sya/mlo)



Pos terkait