Melalui Aplikasi Zoom Meeting, Bappeda Lambar Bahas PPAS 2021

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lambar bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan di Kabupaten Lambar melakukan pembahasan penyampaian prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) tahun 2021 melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (2/7).

“Setelah dilaksanakan pembahasan penyampaian teknis pembahasan PPAS melalui aplikasi Zoom Meeting hari ini maka akan dilanjutkan dengan pembahasan PPAS tahun 2021 melalui tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang akan dilaksanakan mulai Rabu-Kamis (8-23/7),” ungkap Kepala Bappeda Ir. Okmal, M.Si.

Bacaan Lainnya



Terkait akan dilaksanakannya pembahasan PPAS melalui tatap muka tersebut. Okmal mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan di Kabupaten Lambar untuk segera menyampaikan dokumen-dokumen untuk pembahasan PPAS tahun 2021 paling lambat Selasa (7/7) mendatang.

“Sebelum rancangan KUA-PPAS 2021 kita serahkan ke DPRD, akan kita lakukan pembahasan dulu dengan OPD dan kecamatan,” ucapnya.

Okmal dalam pemaparannya menyampaikan, tema dan prioritas pembangunan tahun 2021 yaitu temanya “Meningkatkan kualitas SDM, inovasi, pelayanan publik dan daya saing daerah dalam rangka pemulihan ekonomi dan pembangunan daerah yang berkualitas”. 

Prioritasnya pembangunan yakni memantapkan kualitas infrastruktur daerah dengan memperhatikan mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan dasar untuk peningkatan kualitas dan daya saing SDM, meningkatkan nilai tambah produk unggulan yang inovatif dan sektor pariwisata untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas birokrasi dan stabilitas Kamtibmas.

Selanjutnya target pembangunan tahun 2021 di Kabupaten Lambar, untuk indikator persentase jalan dengan kondisi mantap yaitu 74,00 persen (target RPJMD 2021), 64,18 persen (target PPAS 2021), indeks pembangunan manusia, 68,54 poin (target RPJMD) semenetara target PPAS 2021 68,42 poin, pendapatan perkapita Rp27.561.067,00 (target RPJMD) dan target Rp23.848.206 (target PPAS).

Kemudian, laju pertumbuhan ekonomi 5,60 persen-5,80 persen (target RPJMD 2021 dan 3,5 persen-4,2 persen skenario berat serta 4,3-5,3 skenario sedang (target PPAS 2021), angka kemiskinan 12,50 persen (target RPJMD) dan 13,44 persen (target PPAS), indek gini 0,28 poin (target RPJMD 2021) dan 0,28 poin (target PPAS 2021). Untuk indikator tingkat pengangguran terbuka 0,75 persen (target RPJMD) dan 1,80 (target PPAS), pengeluaran per kapita 10.101.621 (target PPAS 2021) sementara inflasi 3,5-4,0 persen (target PPAS 2021).

Lebih jauh dia mengatakan, adapun dokumen yang harus dipersiapkan oleh OPD dan kecamatan pada pembahasan OPD 2021, seperti halnya dokumen Restra tahun 2017-2022, narasi dan lampiran bersal dari aplikasi erestra.lampungbaratkab.go.id, table kerja pemetaan program dan kegiatan Restra/RPJMD ke dalam Permendagri No.90/2019, tabel data kegiatan yang belum terpetakan berasal dari aplikasi erestra.lampungbaratkab.go.id, dokumen Renja tahun 2021, narasi, lampiran I manual dan lampiran II berasal dari aplikasi erkpd.lampungbarat.go.id, pra RKA Renja tahun 2021 , table PPAS tahun 2021 dan RKA PPAS tahun 2021.

Untuk indikator kinerja, lanjut Okmal, berupa indikator program, kegiatan dan sub kegiatan harus SMART Spesifik (Jelas, tidak berdwimakna), Measureable (dapat diukur), Achievable/Attainable (dapat diraih), Relevant (relevan dengan kinerja yang ingin diukur) serta Time Bound (memiliki batasan waktu pengukuran).

Kemudian indikator program merupakan outcome, bisa mengacu pada indikator program pada Renstra, jika indikator program renstra tidak relevan maka tentukan indikator program yang sesuai.

Lalu indikator kegiatan merupakan output yang menggambarkan kumpulan output dari sub kegiatannya, serta indikator sub kegiatan merupakan output yang menggambarkan keberhasilan dari pelaksanaan sub kegiatan, boleh mengambil dari indikator kegiatan yang ada di renstra.(lus/mlo)



Pos terkait