Melawan Saat Ditangkap, DPO Pelaku Curat Ditembak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Waykanan, berhasil mengamankan AA alias Edwin (28) warga Kampung Tanjung Ratu Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Waykanan, DPO pelaku pencurian dengan pemberatan di lingkungan Basecamp PT. AKG Pakuan Ratu Kabupaten Waykanan, Senin (22/3).

Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim IPTU Des Herison Syahputra, menyampaikan bahwa kejadian curat yang diduga dilakukan oleh tersangka AA alias Edwin terjadi pada hari Selasa tanggal 26 Mei 2020, sekitar pukul 10.00 WIB yang lalu, dimana pada saat itu saksi Pendi sedang patroli di seputaran Lingkungan PT. AKG Pakuan Ratu Kabupaten Waykanan, melihat mesin kendaraan mobil yang sudah rusak tidak ada lagi sebanyak lima unit. 

Bacaan Lainnya


Terdiri dari empat unit jenis Fuso No. Pol BE 9959 TL, B 9025 EN, B 9018 TM, BE 4186 AR dan satu jenis Colt Diesel BE 9123 C dengan No. Rangka dan No. Mesin belum teridentifikasi lalu Pendi memberitahu kepada Sugeng selaku Estate Manager. 

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian senilai Rp156.500.000,-. Atas kejadian tersebut Sugeng langsung melaporkannya ke Polres Waykanan. 

“Berdasarkan penyelidikan maka kecurigaan mengerucut pada tersangka, akan tetapi tersangka sudah melarikan diri, hingga pada hari Minggu tanggal 21 Maret 2021, sekitar pukul 14.00 WIB, Tim Tekab 308 Polres Waykanan mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaannya yakni di Dusun Bumi Lemai Kampung Gunung Labuhan Kabupaten Waykanan,” kata IPTU Des Herison Syahputra. 

Atas informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dengan menuju ke lokasi untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka, namun saat akan diamankan tersangka melakukan perlawanan sehingga oleh Tim Tekab 308 Polres Waykanan diberikan tindakan tegas dan terukur pada kaki kirinya.

“Saat ini tersangka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Z.A Pagar Alam, kemudian setelah dilakukan tindakan medis akan dibawa ke Sat Reskrim Polres Waykanan untuk melakukan Interogasi dan penyidikan lebih lanjut dan atas perbuatannya itu pelaku akan dikenai dengan pasal 363 KUHP dengan kurungan penjara maksimal tujuh tahun,” tutupnya.(wk1/mlo)




Pos terkait