Memasuki Panen Raya, Produksi Gabah Capai 12 Ribu Ton 

  • Whatsapp
Kabid Tanaman Pangan DTPH Lambar Onni Violetta Saragi

Medialampung.co.id – Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang sedang melanda tidak membuat semangat masyarakat di Kabupaten Lampung Barat khususnya petani padi dalam meningkatkan produksi menurun. Terbukti tingkat produksi gabah cukup tinggi. 

Kabid Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lambar Onni Violetta mengungkapkan, untuk data per Maret 2021 jumlah produksi Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 12.307 ton, atau jika dalam bentuk beras mencapai 7.800 ton. 

Bacaan Lainnya


“Alhamdulillah, karena memang sejumlah wilayah memasuki panen raya, khususnya Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS) yang menjadi lumbung padi kita sudah memasuki musim panen jadi sudah terlihat hasilnya, pada bulan Februari lalu jumlah produksi hanya 5.814 ton GKP atau sekitar 3.700 ton beras saja, dan pada bulan Maret meningkat lebih dari 100 persen,” ungkap Onni, Kamis (22/4). 

Sementara itu, untuk jumlah produksi pada bulan April ini diyakini akan terus meningkat, terlebih masa panen raya di Kecamatan BNS belum selesai, dan sementata ini jumlah produksi secara keseluruhan di 15 kecamatan telah mencapai 9.423 ton GKP. 

“Data tersebut masuk per tanggal 20 April, sehingga masih ada waktu 10 hari lagi, dan kami yakin masih terus meningkat, karena panen raya masih berlangsung di BNS dan juga di Kecamatan Waytenong,” ujar Onni. 

Lebih lanjut dikatakannya, di massa pandemi Covid-19 ini pihaknya terus mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi, dan memaksimalkan masa tanam. Selain itu sejumlah program juga terus digulirkan pemerintah daerah dalam rangka mendukung peningkatan produksi tersebut. 

“Harapannya jumlah produksi terus meningkat, terlebih petani adalah salah satu ujung tombak dalam ketahanan pangan, yang bisa membuat perekonomian tetap stabil di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait