Menara BTS Ditargetkan Oktober Sudah On Air

  • Whatsapp
Ilustrasi menara BTS

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melakukan penandatanganan berita acara Design Review Meeting (DRM) bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, pihak penyedia dan operator seluler, Selasa-Rabu (3-4/9) di Denpasar, Bali.

Penandatanganan berita acara itu merupakan tindaklanjut rencana pembangunan Base Transceiver Station (BTS) diwilayah blank spot di Kabupaten Pesbar.

Bacaan Lainnya



Kabid Telekomunikasi dan Informatika, Elvin Yonanda, S.Ip, M.M., mendampingi kepala Dinas Komunikasi dna Informatika (Kadiskominfo) setempat, Tedi Zadmiko, S.Km, M.M., mengatakan, penandatanganan berita acara DRM itu dilakukan oleh Kadis Kominfo mewakili Bupati Pesbar. Sebelumnya, di Kabupaten Pesbar hanya mendapat pembangunan satu BTS yakni di Pekon Way Haru Kecamatan Bangkunat.

“Tapi hasil koordinasi kita akhirnya, mendapat tiga Site BTS yang dibangun tahun ini,” katanya.

Dikatakannya, tiga BTS yang akan dibangun itu yakni di Pekon Way Haru, Bandar Dalam dan Siring Gading Kecamatan Bangkunat. Sedangkan, untuk penyedia atau pihak ketiga yang akan membangun BTS itu yakni PT. Pola Penawar Bangun Semesta.

“Operator selulernya yakni dari PT. XL Axiata dengan layanan jaringan fourth-generation technology atau 4G LTE,” jelasnya.

Dikatakannya, seluruh wilayah terpencil di Kecamatan Bangkunat yakni Bandar Dalam, Way Tiyas, Siring Gading dan Way Haru yang menjadi wilayah blank spot itu diharapkan dapat tercover oleh BTS yang dibangun untuk mendapat layanan jaringan seluler. Mengingat secara geografis di wilayah itu tidak ada pegunungan yang tinggi.

“Untuk pembangunan BTS di wilayah terpencil yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat itu berbeda dengan menara seluler umumnya,” katanya.

Karena, menara BTS yang akan dibangun di atas lahan hibah warga dengan luas 18×18 meter itu akan dibangun dengan ketinggian sekitar 35 meter, meski begitu diharapkan dengan dibangunnya tiga site BTS itu dapat memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi melalui jaringan seluler.

“Selama ini masyarakat kesulitan untuk berkomunikasi melalui layanan jaringan seluler. Mudah-mudahan jika BTS itu sudah aktif bisa berdampak bagi pembangunan dan kemajuan wilayah,” ujarnya.

Ditambahkannya, setelah penandatanganan berita acara DRM itu, selanjutnya pihak penyedia segera memobilisasi material yang direncanakan akhir September mendatang.

“Pihak penyedia menargetkan akhir Oktober 2019 mendatang, tiga BTS itu sudah bisa on air atau sudah aktif dan berfungsi melayani kebutuhan telekomunikasi di sana,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait