Mengaku Duda dan Anggota TNI, Warga Lamteng Kelabui Wanita Asal Jakarta

  • Whatsapp

Medialampung.co.id. – MW (51), warga Jalan Swasembada Barat No.09 RT.04/RW.013, Kelurahan Kebunbawang, Tanjungpriuk, Jakarta Utara, menjadi korban penipuan, curas, dan pemerkosaan.

Hal ini bermula ketika MW berkenalan dengan seorang yang mengaku bernama Duha di media sosial Facebook, Januari 2021.

Bacaan Lainnya


Duha mengaku sebagaianggota TNI-AU yang berstatus duda. Duha sering meminjam uang kepada MW. Total sudah hampir Rp17.000.00. Pada Senin (19/4), Duha kembali menghubungi MW dengan alasan ibunya di Lampung sakit. Duha meminta MW ke Lampung untuk membawa ibunya ke rumah sakit.

Pada Selasa (20/4), MW berangkat dari Jakarta ke Lampung mengendarai mobil Honda Freed B 2043 UBC sendirian. Pukul 22.00 WIB, MW tiba di daerah Kotabumi sebagai tempat janjian dengan Duha. 

Disana, MW bertemu dengan seorang laki-laki. MW yang tak mengenali karena foto di FB tak sama bertanya. Lelaki ini mengaku keponakan Duha diminta menjemput dan mengatakan Duha menunggu di rumah.

Selanjutnya MW ikut dengan lelaki yang mengaku keponakan Duha ke arah kebun jagung di daerah Kampung Srimulyo, Kecamatan Anakratu Aji, Lampung Tengah. Di kebun, kaki dan tangan MW diikat serta mulutnya disumpal. MW diperkosa oleh lelaki ini. MW diancam dibunuh jika tak memberi uang Rp50.000.000. Lelaki ini merampas HP MW dan meminta PIN-nya. MW tak mau memberikan sehingga lelaki ini marah dan memukulinya.

Pada Rabu (21/4) sekitar pukul 10.00 WIB, ikatan MW dilepas. MW dibawa keluar kebun naik mobilnya dan dibawa berputar-putar. MW kembali diancam dibunuh jika tak memberi uang Rp50.000.000.

Kapolsek Padangratu Kompol Muslikh mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan pihaknya mendapat laporan warga yang curiga. “Kita dapat laporan warga. Warga melihat MW dalam mobil yang saat mampir di bengkel mengganti ban seperti ketakutan. Informasi ini langsung kita tindak lanjuti,” katanya.

Muslikh melanjutkan, pihaknya melakukan pengejaran hingga pencegatan. “Mobil yang dicurigai berhasil diamankan di Kampung Srimulyo, Kecamatan Anakratu Aji, Rabu (21/4) sekitar pukul 13.00 WIB. Ketika tersangka yang diketahui bernama Merhan Saputra (28), warga Kampung Gedungsari, Kecamatan Anakratu Aji, akan diamankan berusaha melawan petugas. Kita lakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan tersangka. Tersangka dan korban kemudian dibawa ke Puskesmas Karanganyar, Kecamatan Selagailingga, untuk diobati,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan, kata Muslikh, mobil Honda Freed B 2043 UBC warna abu-abu metalik milik korban, senjata tajam jenis pisau milik tersangka, dua unit HP korban, tas selempang milik tersangka.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dan/atau Pasal 333 KUHP dan/atau 285 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun,” tegasnya. (sya/mlo)


Pos terkait