Mengkhawatirkan, Dalam Dua Hari 102 Warga Lambar Terpapar Covid-19, Lima Meninggal

  • Whatsapp
Satgas Penanganan Covid-19 Lambar Bidang Komunikasi Publik Erna Yanti, S.Farm, Apt, MPH.

Medialampung.co.id – Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat kini masuk dalam fase yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lambar, terjadi penambahan 102 kasus pada Sabtu-Minggu (10-11/7) lima diantaranya meninggal. 

Rinciannya, untuk 42 kasus pada Sabtu, berasal dari Kecamatan Balikbukit 29 kasus, Suoh satu kasus, Pagardewa lima kasus, Gedungsurian satu kasus, Sekincau dua kasus, BNS, Airhitam, Kebuntebu dan Batuketulis masing-masing satu kasus. 

Bacaan Lainnya

Sementara untuk, 60 kasus pada Minggu rinciannya, Pagardewa tiga kasus, Sekincau dua kasus, Kebuntebu delapan kasus, Waytenong lima kasus, Sumberjaya 16 kasus, Balikbukit 25 kasus, dan BNS satu kasus. 

Satgas Penanganan Covid-19 Lambar Bidang Komunikasi Publik Erna Yanti, S.Farm, APT, MPH., mengungkapkan, untuk 42 kasus pada Sabtu, 29 kasus dari Kecamatan Balikbukit sebanyak 16 diantaranya hasil tracing, satu kasus rumahnya dua pasar, satu tidak memiliki riwayat perjalanan, lima memiliki riwayat perjalanan dari Baturaja, dan satu pedagang pecah belah, tiga perjalanan ke Pesbar, dua dari Perjalanan ke Balam. 

“Untuk satu kasus dari Suoh itu tidak patuh Prokes saat menghadiri takziah, untuk lima kasus dari Pagardeaa itu satu sempat menghadiri takziah di Pringsewu, satu Perjalanan ke Ciamis, satu Perjalanan ke Jakarta, dua hasil tracing. Kemudian untuk satu kasus dari Gedungsirian meninggal, 

Sekincau dua kasus, satu meninggal,satu bekerja di pesbar, untuk satu kasus dari BNS meninggal, selanjutnya satu kasus dari Airhitam sempat menerima kedatangan saudara dari Lamtim, satu kasus dari Batuketukis sempat kedatangan anak dari Jakarta, terakhir satu kasus dari Kebuntebu meninggal,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk 60 Kasus pada Minggu, jelas Erna, terdiri dari tiga kasus dari Pagardewa hasil tracing, Sekincau dua kasus memiliki riwayt menghadiri acara aqikah, Kebuntebu delalan kasus hasil tracing, Waytenong lima kasus satu pulang dari lubuk linggau, satu bekerja di bank, tiga tracing dan satu meninggal di RS medika insani, Sumberjaya 16 kasus 12 hasil tracing, satu memiliki riwayat perjalananan ke Pesbar, tiga melayat.

“Selanjutnya paling banyak di Balikbukit yakni 25 kasus, 18 hasil tracing, satu perjalanan dari Balam, dua tidak memiliki riwayat perjalanan, satu perjalanan ke Pesbar, satu ke pasar, memiliki riwayat perjalanan dari dari Jakarta, satu rumah sekitar pasar kemudian terakhir dari BNS satu kasus hasil tracing,” bebernya. 

Lebih lanjut Erna mengungkapkan, dengan penambahan 102 kasus tersebut, maka saat knk total terkonfirmasi Covid-19 di Lambar telah mencapai 1.185 orang, sebanyak 835 telah selesai menjalani isolasi dan dinyatakan sehat, kemudian angka kematian telah mencapai 54 kasus. 

“Jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Lambar terus meningkat, karena itu kami tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk menjalankan anjuran pemerintah, dengan selalu mematuhi Prokes,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait