Menjamurnya Toko Modern di Lamteng Tuai Kritikan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menjamurnya toko modern di Lampung Tengah menuai kritik dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Senin (18/1).

Keberadaannya dinilai mematikan pasar tradisional dan UMKM.

Bacaan Lainnya

Ketua Distrik GMBI Lamteng Indra Jaya meminta pemerintah daerah menertibkan toko modern yang kian menjamur.

“Kami minta toko modern (minimarket, supermarket, department store, dan hypermarket atau grosir) ditata dan ditertibkan. Ini untuk menghindari monopoli padar. Tentunya demi menjaga keseimbangan pasar tradisional atau UMKM skala kecil untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” katanya dalam unjuk rasa di depan kantor Pemkab Lamteng, Senin (18/1).

Indra Jaya melanjutkan, Perda Lamteng No.1/2013 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar harus ditegakkan.

“Tegakkan perda tentang penataan dan pembinaan pasar. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) harus menjalankan amanah Perbup No. 15/2008 tentang Pendirian Toko Modern,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala DPMPTSP Lamteng A. Helmi menyatakan dinas sudah lama tidak mengeluarkan SIUTM.

“Kita sudah lama tak mengeluarkan SIUTM karena tak ada RDTR (rencana detail tata ruang). Hal ini sudah disampaikan kepada Bapak Bupati. Tentunya menunggu rekomendasi DPRD Lamteng,” katanya. (sya/mlo)




Pos terkait