Menkop UKM Minta Kembangkan Koperasi Pangan di Lampung 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil, Menengah (UKM) Republik Indonesia (RI), Teten Masduki menghadiri acara temu Koperasi sektor Pangan Se-Provinsi Lampung dengan tema “Model Bisnis Koperasi Sektor Pangan” di Hotel Novotel Bandarlampung, Rabu (8/9).

Dalam kunjungan tersebut bertujuan untuk bersinergi Pemerintah pusat melalui Menteri Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengembangkan koperasi pangan.

Bacaan Lainnya

“Lampung memiliki potensi yang besar untuk menjadi lumbung pangan nasional. Jadi koperasi badan usaha yang tepat untuk di pertanian sektor pangan,” kayanya saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ia mengatakan sudah berkomitmen kepada Gubernur Lampung untuk bersinergi mengembangkan koperasi pangan di Lampung.

“Supaya koperasi terapkan modal bisnis baik pangan dari kualitas dan kuantitas.

Saya kira dengan membangun Korporatisasi petani lewat koperasi dalam skala ekonomi kami yakin nilai tukar pangan akan lebih baik selain suplai pangan akan menjadi lebih stabil,” jelasnya.

Sementara Gubernur Lampung Ir. H Arinal Djunaidi mengatakan untuk potensi sektor pangan masyarakat Lampung 70% bekerja di sektor pertanian.

“Jadi kita harus meningkatkan Ekonomi kerakyatan. Kalau kita berupaya berarti kita sudah bermuara pada peningkatan produksi,” katanya.

Lanjutnya, Produksi ini tidak kita harapkan tidak lagi bersifat hulu. tapi kita akan bekerja untuk kepentingan peningkatan pendapatan pada hilirisasi.

“Mitra yang Bagus adalah UMKM. Hari ini UMKM yang dipilih oleh pak menteri adalah sektor pangan,” ungkapnya.

Lanjutnya, hari ini UMKM yang dipilih oleh pak Menteri adalah sektor pangan oleh karena itu atas petunjuk nya dalam waktu dekat ini akan pihaknya laksanakan untuk melakukan komunikasi supaya ini lebih efektif, efisien dan produktif.

“Seperti contoh biji kopi dari Lampung dikirim ke Amerika tapi pas balik jadi serbuk nya dan diminum. Nah kalau kita bikin sendiri dengan mengoptimalkan sumberdaya yang ada,” terangnya.

Ia juga mengatakan untuk pembiayaan petani bisa melakukan transaksi dengan kartu petani Berjaya dalam hal meningkatkan hasil pertanian.

“Kalau UMKM bisa menggunakan KUR sementara petani bisa menggunakan KPB, sehingga tidak ada alasan UMKM tidak bisa bangkit,” pungkasnya (ded/mlo)


Pos terkait