Menolak Serahkan Senpi, Warga Seputihmataram Diamankan Berikut BB FN Made In Sweden

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Berbekal informasi masyarakat bahwa ada warga yang menyimpan senjata api (senpi), Polsek Seputihmataram, Lampung Tengah, melakukan pendekatan persuasif.

Tasrap (48), petani warga Kampung Sumberagung, Kecamatan Seputihmataram, disambangi Kanit Intel Polsek Seputihmataram bersama pamong agar sukarela menyerahkan senpi yang disimpan namun diindahkan.

Bacaan Lainnya


Kapolsek Seputihmataram Iptu Jefri Saifullah mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto menyatakan awalnya upaya persuasif kepada warga yang menyimpan senpi tidak membuahkan hasil.

“Upaya persuasif kepada warga yang menyimpan senpi tidak membuahkan hasil. Kita datangi ke kediaman warga yang menyimpan senpi, Rabu (13/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Tetap saja tidak mau dan keukeuh mengaku tak memiliki senpi. Bahkan jika polisi tak percaya warga ini meminta polisi menggeledah, ‘Silakan saja diperiksa isi rumah saya kalau tidak percaya’. Akhirnya diambil langkah represif. Kami geledah isi rumahnya,” katanya.

Dalam penggeledahan, kata Jefri, akhirnya ditemukan senpi jenis FN Made in Sweden. “Setiap sudut ruangan diperiksa. Kita temukan senpi di dapur, tepatnya di rak piring. Senpi dibungkus plastik hitam berikut tiga peluru tajam kaliber 33 mm di luar dan tiga peluru tajam kaliber 5.56 mm di dalam magazen. Warga yang memiliki senpi berikut barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Seputihmataram guna pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” ungkapnya. (sya/mlo)




Pos terkait