Menuju Generasi Emas 2045, SMAN I Sumberjaya Ikuti Sosialisasi Pendidikan Karakter

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – SMA Negeri 1 Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), mengikuti sosialisasi program bantuan pemerintah pendidikan karakter, peningkatan mutu pendidikan melalui ekstrakurikuler.

Bertempat di sekolah itu Senin (12/10), dengan Narasumber Korwas Dikmen Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Wilayah III, meliputi Kabupaten Lambar dan Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), Gonsar Manurung, M.Pd.

Seperti diketahui sosialisasi tersebut merupakan Program Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan, yang tujuannya agar penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan ditingkatkan.

Sebagaimana dijelaskan Gonsar kepada awak media ini, pendidikan karakter salah satu upaya untuk menjadikan generasi muda Indonesia, yang pada tahun 2045 atau disaat NKRI berusia 100 tahun menjadi generasi emas.

Karena Siswa siswi yang saat ini duduk di kelas Sebelas dan Dua Belas akan jadi orang-orang yang memegang tongkat estafet kepemimpinan pada generasi Emas tersebut.

Sehingga dari sekarang setiap siswa dilakukan pendidikan penguatan karakter sehingga semua peserta didik memiliki rasa religius, kemudian integritas, rasa gotong royong. Berikut memiliki komitmen untuk mandiri. Dan memiliki rasa toleransi yang cukup tinggi terhadap sesama.

Dan untuk meraih cita-cita tersebut, pihaknya mengharapkan kepada setiap tenaga pendidik dan kependidikan dapat melakukan terobosan maupun inovasi dalam proses pembelajaran yang saat ini diterapkan secara online (daring). 

“Tenaga pendidik dan kependidikan, untuk bisa melakukan pembelajaran yang mengacu pada penguatan karakter. Karena walaupun penerapan belajat sekarang masih diberlakukan daring dampak dari covid-19 tetap harus melakukan penguatan pendidikan karakter,” imbaunya.

Dan kepada tunas bangsa, supaya menjadi generasi mandiri, paham godaan-godaan, memiliki pemikiran logis dan kepekaan sosial yang tinggi, memiliki rasa toleransi, tidak melakukan kekerasan verbal atau bullying (persekusi) terhadap sesama walaupun mungkin ada perbedaan, suku, ras, agama, latar belakang dan lain-lain. 

Terpisah ditambahkan Kepsek Sumberjaya Satarudin, M.Pd., menyambut baik upaya persiapan yang dilakukan sejak saat ini seperti sosialisasi tersebut. Sehingga semua yang berkompeten mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan, hingga para siswa betul-betul mampu mewujudkan apa yang menjadi target pemerintah di usia RI Ke 100 tahun mendatang (rin/mlo)



Pos terkait