Menunggak Pajak Reklame, 10 Tempat Usaha Kembali Disegel

  • Whatsapp

Medalampung.co.id – Tim BPPRD Kota Bandarlampung kembali melakukan segel stikerisasi terhadap 10 titik tempat usaha yang ada di Tanjung Senang Kota Bandarlampung karena menunggak kewajiban membayar pajak reklame, Selasa (3/8).

Hal tersebut disampaikan, Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pengawasan dan Pengendalian Pajak Reklame BPPRD Kota Bandarlampung Ferry Budhiman, ia menjelaskan bahwa di sepuluh titik tersebut sudah lebih dari satu tahun menunggak pajak Reklame.

Bacaan Lainnya

“Kita sebelumnya sudah memberikan surat teguran pertama kedua dan ketiga namun tidak ada respon dari mereka dan tidak ada itikad baik dari mereka untuk melakukan pembayaran pajak itu kemudian akhirnya kita beri sanksi yaitu segel stikerisasi,” ucap Ferry.

Lanjutnya, sanksi yang pertama ialah melakukan segel stikerisasi terlebih dahulu sampai mereka menyelesaikan kewajiban pembayaran pajak.

“Untuk pembayaran pajak reklame ini beragam, tergantung dari ukuran reklamenya berapa meter,” jelasnya.

Ferry Budhiman mengatakan bahwa segel stikerisasi ini akhirnya menjadi rutinitas, karena merupakan penerapan sanksi kepada wajib pajak yang melakukan tunggakan. Dan yang melakukan tunggakan tersebut jauh sebelum adanya pandemi yang artinya harus sudah dibayar, akan tetapi sampai saat ini tidak ada niat baik untuk melakukan penyelesaian kewajiban pembayaran pajak.

“Dalam hal ini kita mengeluarkan sanksi tegas terhadap penunggak pajak dan kebetulan sanksinya jatuh pada pandemi, untuk alasan mereka belum bayar itu beragam ada yang gak tau bayarnya dimana, padahal kan petugas UPT selalu datang tapi mereka bingung mau bayarnya kemana, ada juga yang bilang sudah tidak ada lagi hubungan dengan vendornya kayak di Vivo tadi, mereka bilang tidak ada lagi urusan sama Vivo karena yang bayar selama ini Vivo, ya seperti itulah beragam alasannya,” ungkapnya

Sementara itu petugas UPT Kecamatan Tanjung Senang Zainuril menambahkan bahwa pajak reklame ini dihitung per meter untuk per tahun, yang artinya pajak ini tidak sama atau berbeda-beda pada sepuluh titik tersebut.

“Untuk hari ini yang paling besar pajaknya itu Vivo kalau dihitung globalnya dia sudah menunggak kurang lebih dua tahun dan kalau dihitung per meternya itu sekitar Rp.585.825 per tahun,” katanya

“Termasuk Enjoy Cell yang belum melunasi pajak reklame sekitar 8 juta per tahun,” tutup Zainuril (jim/mlo)


Pos terkait