Menyongsong Reaktivasi Pariwisata, Pemkab Lambar Terbitkan SE

  • Whatsapp
Kepala Disporapar Lambar Tri Umaryani, SP, M.Si.

Medialampung.co.id – Dalam rangka menyongsong reaktivasi pariwisata di masa pandemi Covid-19, Pemkab Lampung Barat menerbitkan surat edaran (SE) No.556/801/III.05/2020 tentang pariwisata berkelanjutan yang ditujukan kepada seluruh camat di Kabupaten Lambar serta pengelola destinasi wisata.

“Saat ini akan ada perubahan trend pariwisata pada masa pandemi Covid-19, dimana  pengunjung wisata akan lebih cenderung menyukai wisata wisata berbasis alam dan wisata yang tidak melibatkan banyak orang, wisata keluarga, wisata group group kecil. Kaitan dengan hal itu,  pengelola destinasi wisata harus siap menerima pengunjung namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Tri Umaryani, S.P, M.Si.

Bacaan Lainnya



Kata dia, pemerintah daerah telah menerbitkan SE yang berisikan  bahwa dalam pengembangan dalam pengembangan wisata desa berbasis alam dan budaya agar memperhatikan prinsip prinsip ekowisata dengan mempertahankan bentang alam, memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, menjaga dan melestarikan kearifan lokal, menjamin kepuasan, keselamatan dan kenyamanan pengunjung destinasi wisata.  

Kemudian meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata sehingga mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, melakukan upaya pengurangan sampah plastik secara bertahap dengan tidak menyediakan minuman kemasan dan menghimbau pengunjung untuk tidak membawa minuman kemasan pada saat berwisata. Selain itu, agar pengelola memasang himbauan untuk membuang sampah pada tempatnya dan menyediakan tempat sampah yang memadai di setiap destinasi wisata, senantiasa waspada dan berupaya mencegah penyebaran virus Covid 19 dengan menerapkan protokol kesehatan aman Covid-19 di destinasi pariwisata. 

“Diharapkan agar camat melaksanakan pembinaan dan monitoring dalam pengembangan pariwisata di wilayah masing masing,” kata dia. 

Intinya, kata Tri Umaryani bahwa potensi potensi yang ada di Kabupaten Lambar ini sebagian besar mengandalkan potensi alam yang mungkin tidak banyak dimiliki daerah lain.

“Kita kan mengandalkan pegunungan, danau, dataran tinggi, kearifan budaya dan lainnya sehingga kita menghimbau agar dalam pengelolaannya mengedepankan bentang alam, menjaga kelestarian alam, dan  menjaga kearifan lokal,” tegas dia.

Kaitan dengan upaya pemerintah daerah dalam rangka mendukung kabupaten konservasi dan gerakan mengurangi sampah plastik, pihaknya juga menghimbau pengelola wisata maupun pengunjung untuk sama sama mengurangi sampah plastik di lokasi destinasi, salah satu cara dengan membawa tempat/botol minum sendiri.  

“Kita juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, keragaman hayati dan sebagainya serta mengedepankan penerapan protokol kesehatan. Jangan bosan bosan untuk menghimbau  pengunjung maupun kita selaku pengelola destina untuk patuh terhadap protokol kesehatan,” ucapnya.

Lebih jauh Tri mengungkapkan, secara umum untuk destinasi di Kabupaten Lambar sudah dibuka namun belum semuanya beroperasi secara maksimal  namun beberapa destinasi yang sudah banyak pengunjungnya telah dibuka,seperti halnya Kebun Raya Liwa, Temiangan Hill, Kampung Kopi, Bumi Perkemahan dan lainnya.(lus/mlo)



Pos terkait