Merasa Dilecehkan, PMII Laporkan Anggota DPRD ke Polda

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Mahasiswa tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bandarlampung yang menyuarakan penolakan atas pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibus Law di depan pintu gerbang gedung DPRD Lampung hingga malam hari, Selasa (13/10) berencana melapor ke Polda Lampung. 

Langkah itu dilakukan karena PMII merasa dilecehkan saat audiensi dengan anggota DPRD Lampung. 

Bacaan Lainnya



Wakil Koordinator Lapangan PMII, Ian Barusal mengatakan, perwakilan massa melakukan audiensi dengan para wakil rakyat. Hanya saja tidak sesuai harapan, mahasiswa merasa dipermainkan, sebab Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay tidak dihadirkan.

“Sore tadi perwakilan anggota kami audiensi dengan mereka (anggota DPRD). Tapi tidak sesuai janji, ketua dewan tidak dihadirkan. Hanya ada beberapa anggota dewan saja. Kami merasa dipermainkan,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, saat audiensi salah satu anggota dewan mengatakan bahwa ‘mahasiswa tau apa, kencing pun belum lurus’.

“Saya secara pribadi dan kelembagaan merasa dilecehkan oleh DPRD Provinsi Lampung. Karena itu kami minta ketua dewan dan anggotanya secara pribadi meminta maaf kepada kami. Ini ada hal prinsip yang sudah dilanggar DPRD Lampung,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan medialampung.co.id, aksi massa berakhir sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian berlanjut ke Mapolda Lampung terkait dugaan pelecehan tersebut.

“Dari lokasi aksi kami langsung menuju polda untuk menyampaikan laporan terkait statement melecehkan yang dilakukan salah satu anggota DPRD tadi sore,” katanya.

Sementara anggota DPRD yang diduga melakukan ungkapan mepecehkan tersebut, Yozi Rizal dari Fraksi Partai Demokrat saat dikonfirmasi via telepon genggamnya mengaku tidak masalah jika para mahasiswa melapor ke polda.

“Silahkan saja lapor, saya tunggu panggilannya,” kata ketua komisi I tersebut.

Yozi Rizal mengaku malas meladeni siapa saja yang cenderung irasional dalam bersikap dan bertindak.

“Saya katakan, bahkan ketika kalian kencing belum lurus, saya sudah melakoni apa yang kalian lakukan hari ini (demo). Alasan saya mengemukakan itu, karena menurut hemat  saya, ada diantara mereka yang tahun 1996 atau 1998 belum lahir. Tapi sekali lagi, saya persilahkan mereka untuk melapor ke pihak berwajib. Ada rekaman video dan banyak pasang telinga yang mendengar ketika percakapan itu terjadi,” jelasnya. (ded/mlo)



Pos terkait