Meresahkan, Anjing Liar Memangsa Ternak Warga Blambangan Umpu

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat Blambangan Umpu, yang notabene adalah masyarakat Ibukota Kabupaten Waykanan mengharapkan dinas terkait untuk dapat memberantas dan mengeliminasi anjing liar yang banyak berkeliaran, karena dikhawatirkan akan menimbulkan korban, mengingat sudah ada dua ekor kambing warga yang diterkam Anli (Anjing Liar red).

“Kami minta agar Dinas dan atau pihak terkait dapat segera melakukan eliminasi terhadap anjing-anjing liar yang berkeliaran di ibukota Waykanan ini, khususnya di Kelurahan Blambangan Umpu, karena kalau terus dibiarkan Saya khawatir bukan hanya kambing yang akan menjadi korban akan tetapi manusia yang akan digigit oleh mereka,” ujar Herman Zubir, pemilik 2 ekor kambing yang telah mati akibat digigit anjing liar, Rabu (5/8).

Menurut Herman, sebenarnya masyarakat bisa memusnahkan anjing-anjing tersebut dengan menembaknya menggunakan senapan angin ataupun menggunakan media lain, hanya saja kalau masyarakat yang memusnahkan anjing tersebut nantinya akan timbul permasalahan karena ada yang akan mengakui anjing tersebut miliknya, namun kalau pemerintah maupun TNI-POLRI, tidak akan ada masalah karena memang anjing-anjing itu dibiarkan liar baik siang maupun malam hari.

Pernyataan Herman Zubir tersebut dibenarkan oleh Aji Natalis yang setiap malam selalu berjumpa dengan anjing liar di sepanjang jalan protokol Blambangan Umpu.

“Kalau kita berpapasan dengan gerombolan Anjing liar itu di tengah jalan harus hati-hati saya pernah dikejar untungnya tidak sampai kegigit karena saya langsung memacu kendaraan saya dengan kecepatan tinggi, suaranya pun sangat mengganggu di saat malam,” ujar Aji Natalis.

Sementara itu, Lurah Blambangan Umpu, Hasanudin, SE. MM, saat dikonfirmasi terkait maraknya anjing liar di wilayahnya menyatakan akan segera mengkoordinasikannya dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat untuk mengeliminasi anjing-anjing liar tersebut.

“Kalau Anjing itu ada pemiliknya maka sudah Seharusnya anjing-anjing tersebut diikat bukan diliarkan, saya berharap kalau nanti pihak terkait melakukan penertiban maka tidak ada yang menghalang-halangi karena ini untuk keselamatan kita semua, tapi terlebih dahulu saya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Waykanan bagaimana sebaiknya mengatasi hal ini,” ujar Hasanudin¬†

Di lain pihak, Kabid Peternakan Dinas Hortikultura Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Waykanan Eko Budiani, menyatakan tidak akan melakukan eliminasi anjing-anjing liar yang dikeluhkan masyarakat karena nanti akan diproses dan dipersoalkan oleh WWF

“Kalau diminta untuk mengeliminasi kami pastikan tidak bisa, hanya saja kalau ada masyarakat yang mau menangkap anjing tersebut kami bisa pinjamkan alatnya, dan untuk vaksinasi nanti akan dilakukan pada bulan September yang akan datang,” ujar Eko mendampingi kepala dinasnya Ir. Maulana, M.AP.(wk1/mlo)



Pos terkait