Meski Ilegal, Penangkapan Benur Masih Marak di Pesbar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Meski kerap diberikan imbauan terhadap masyarakat khususnya nelayan. Tapi penangkapan benih bening lobster (benur) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) hingga kini masih marak terjadi. Padahal, penangkapan dan pengiriman benur itu hingga kini masih dilarang oleh Pemerintah.

Kabid Perikanan Tangkap, Bambang Supeno, A.Pi., mendampingi kepala Dinas Perikanan setempat, Armen Qodar, S.P, M.M., mengatakan penangkapan benur/baby lobster di Kabupaten Pesbar hingga kini masih cukup marak. Bahkan belum lama ini ada penangkapan pelaku yang diduga hendak melakukan jual beli benur di Kabupaten Pesbar.

Bacaan Lainnya

“Dinas Perikanan Pesbar hingga kini masih terus mengimbau masyarakat khususnya nelayan untuk tidak melakukan kegiatan illegal itu,” katanya, Rabu (23/6).

Dikatakannya, meski sebelumnya ada wacana dari Pemerintah Pusat terkait budidaya benih bening lobster, tapi diharapkan agar dapat bersabar menunggu regulasi terkait dengan tindak lanjutnya dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP). Sehingga, jika kini masih ada masyarakat dan nelayan atau pihak lainnya yang melakukan penangkapan dan pengiriman benur itu jelas merupakan kegiatan ilegal dan dilarang.

“Kita berharap masyarakat tidak melakukan kegiatan illegal tersebut, karena jelas itu akan melawan hukum,” jelasnya.

Masih kata dia, pada Selasa (22/6) lalu Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perikanan Pesbar juga telah melakukan pendampingan untuk pelepasliaran benih bening lobster hasil tangkapan di perairan Pesbar yang akan dikirim keluar daerah. Pelepasliaran benur itu tetap dilakukan di perairan Pesbar.

“Terkait pelaku penangkapan benur maupun barang bukti benur itu, tentu dari Pemkab Pesbar hanya melakukan pendampingan, salah satunya dalam pelepasliaran,” kata dia.

Sementara itu, PPNS Dinas Perikanan Pesbar Agung Adha, S.St.Pi., menjelaskan bahwa dalam pendampingan pelepasliaran benih bening lobster yang merupakan barang bukti hasil tangkapan dari pihak kepolisian yang dimungkinkan berasal dari berbagai lokasi di Pesbar itu keseluruhan sebanyak 62.030 ekor benur. 

Setelah dilakukan pencacahan, pengukuran, penghitungan sebanyak 61.900 ekor benur dilepasliarkan. Sedangkan sebanyak 130 ekor disisihkan untuk barang bukti di persidangan.

“Sedangkan, untuk lokasi pelepasliaran dilaksanakan di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Ngambur, yang sebelumnya merupakan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Ngambur,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)




Pos terkait