Meski Seharian Menahan Lapar, Petugas Gabungan Berhasil Giring Gajah Sejauh Dua Kilometer

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Meski diwarnai dengan pengorbanan menahan lapar seharian, tanpa adanya bantuan logistik dari pihak manapun, petugas gabungan yang terdiri dari BB-TNBBS Resort Suoh bersama bersama tim patroli dari WCS, WRU, MMP, Satgas Penanganan Konflik Gajah Pekon Gunungratu Kecamatan BNS dan Satgas Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh berhasil melakukan pengusiran tiga ekor gajah yang beberapa hari terakhir meresahkan warga Pekon Gunungratu Kecamatan BNS. 

Kepala TNBBS Resort Suoh Sulki, SH., mendampingi Kabid Wilayah II Liwa Amri, SH, M.Hum., mengungkapkan, tiga ekor gajah yang salah satunya telah diberi nama Jambul tersebut berhasil digiring sejauh dua kilometer dari batas hutan marga atau sudah masuk dalam TNBBS. 

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, seharian kami melakukan penggiringan membuahkan hasil, tiga ekor gajah tersebut sudah berada di hutan bambu masuk dalam wilayah Taman Nasional, sampai sore kemarin keberadaannya sudah tidak terpantau lagi oleh petugas, ” ungkap Sulki, Kamis (18/11). 

Selain karena lokasi sudah cukup jauh dari batas hutan marga, kata dia, penggiringan dihentikan lantaran terkendala logistik, bahkan petugas gabungan yang melakukan penggiringan harus menahan lapar selama proses penggiringan berlangsung. 

“Iya, pada intinya kami sudah berupaya dengan maksimal, meskipun kami tanpa logistik bahkan seharian tidak makan, tentunya apa yang kami lakukan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, apalagi tiga ekor gajah ini berbeda dengan rombongan gajah lainnya, dimana kawanan ini cukup agresif sehingga berbahaya ketika penggiringan tidak dilakukan dengan hati,” ujarnya. 

Mengingat masih berpotensi untuk kembali lagi mendekati pemukiman penduduk, lanjut Sulki, pihaknya dalam beberapa hari kedepan akan terus melakukan pemantauan, dan mempersiapkan skema blokade jika kawanan gajah tersebut kembali mengarah ke permukiman. 

“Pemantauan akan terus dilakukan, semoga kawanan gajah ini tidak kembali lagi ke permukiman dan bisa masuk lebih jauh ke hutan rimba TNBBS,” kata dia seraya menambahkan, pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mulai dari Anggota DPRD Lambar Sugeng Hari Kinaryo Adi, anggota Polsek BNS Agung Murdoko dan lainnya yang aktif dalam penanganan konflik gajah. (nop/mlo)

Pos terkait