Meski Terdampak Refocusing Anggaran, Pajaragung Berhasil Tuntaskan Pembangunan

  • Whatsapp
Pj. Peratin Pajaragung, Sapit Alpian

Medialampung.co.id – Kemajuan wilayah desa kini menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya pertumbuhan pembangunan dan perekonomian secara nasional. Sehingga pemerintah pusat memposisikan pekon sebagai objek yang harus dibangun dalam rangka meningkatkan laju perkembangan ekonomi.

Namun, mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) membuat fokus anggaran terganggu tak terkecuali pada alokasi dana desa. Sehingga sejumlah program pembangunan yang dirancang harus tertunda akibat adanya refocusing anggaran, seperti di Pekon Pajaragung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat.

Bacaan Lainnya

Pj Peratin Pajaragung, Sapit Alpian, S.H, mengatakan, dengan mengoptimalkan penyerapan anggaran DD tahap II dan III tahun 2020, pihaknya telah merealisasikan sejumlah program mulai dari pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pemerintahan serta mengoptimalkan penanggulangan wabah Covid-19.

“Salah satu titik fokus penggunaan anggaran pada bidang pembangunan yaitu pembangunan balai pekon senilai Rp246 juta lebih. Mengingat selama ini kita belum memiliki sarana gedung sebagai pusat pelayanan pemerintah pekon, meski pembangunan belum 100 persen karena keterbatasan anggaran, namun kini fasilitas tersebut sudah bisa dimanfaatkan untuk melayani masyarakat,” kata Sapit.

Selain gedung, lanjut dia, prioritas pembangunan juga terfokus pada peningkatan akses jalan, hanya saja terkait itu ia mengaku tidak memahami secara detail mengingat pelaksanaan direalisasikan melalui anggaran DD tahap I yang dikelola oleh Pj peratin sebelumnya.

“Disamping gedung, ada pembangunan akses jalan namun kegiatan tersebut dikelola oleh Pj peratin sebelumnya dengan  total nilai anggaran sebesar Rp283 juta lebih dicairkan pada tahap I,” jelasnya.

Selain program pembangunan, lanjut dia, terdapat sejumlah program pemberdayaan masyarakat melalui pengadaan alat telekomunikasi untuk mendukung koordinasi dan komunikasi antar aparat pekon yaitu pembelian HT dengan alokasi anggaran senilai Rp10 juta.

“Wilayah dari satu pemangku ke pemangku lainnya sangat jauh dan sulit terjangkau sinyal sehingga untuk memudahkan komunikasi kita anggarkan peralatan komunikasi khusus dan kini peralatan tersebut sangat membantu,” paparnya.

Selanjutnya program yang tak kalah penting, yaitu pengadaan peralatan kesenian orkes gambus dalam rangka mendukung kelestarian seni musik Lampung di wilayah setempat.

“Untuk program di bidang kesenian ini semula kita anggarkan sebesar Rp100 juta namun karena ada pergeseran atau refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19 maka menjadi Rp80 juta,” jelasnya.

Seraya menambahkan, untuk kegiatan pembinaan masyarakat, pihaknya juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan karang taruna senilai Rp15 juta melalui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Disamping itu terdapat program penyuluhan bantuan hukum dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang hukum. 

“Terakhir, terkait pembangunan kita telah mendirikan taman baca anggaran senilai Rp17 juta lebih yang tujuannya dalam rangka mendukung program kabupaten literasi,” kata dia.

Disinggung soal dampak refocusing anggaran akibat mewabahnya Covid-19, Sapit mengaku terdapat sejumlah program yang terpaksa harus tertunda lantaran anggaran difokuskan pada upaya penanganan Covid-19. Program tersebut, yaitu pembangunan taman bermain anak, pengadaan pos siaga bencana senilai Rp18 juta.

“Terkait program di tahun 2021, saya berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, karena seperti kita ketahui ada beberapa persoalan yang jadi perbincangan di Pekon Pajaragung, khususnya mengenai dana desa. Namun kami pastikan alokasi anggaran yang kami serap di tahap II dan III dapat dipertanggungjawabkan dan telah sesuai RAB  yang tertuang dalam APBP,” tegasnya.(edi/mlo)




Pos terkait