Miliki Angka Stunting Terendah, Pekon Pancurmas Terima Penghargaan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pekon Pancurmas, Kecamatan Lumbokseminung, Kabupaten Lampung Barat meraih penghargaan sebagai wilayah pekon dengan jumlah penderita stunting terendah berdasarkan pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (PPGBM) tahun 2020.

Penghargaan diserahkan Bupati Hi. Parosil Mabsus pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di lapangan pemkab setempat, Rabu (25/11).

Bacaan Lainnya


Peratin Pancurmas Dadang Ermayadi, mengatakan, keberhasilan pihaknya dalam menekan angka stunting di wilayah itu tidak terlepas dari sinergitas Puskesmas Lumbokseminung yang terus melakukan upaya deteksi dini memantau tumbuh kembang anak di wilayah setempat.

“Terimakasih atas apresiasi dari Pemkab Lambar sehingga kami dapat meraih penghargaan ini, dan ucapan yang sama juga kami sampaikan kepada seluruh jajaran petugas UPT Puskesmas Lumbokseminung dan kader posyandu atas kerjasamanya untuk menekan angka stunting khususnya di Pekon Pancurmas,” ungkap Dadang.

Di pekon tersebut, lanjut Dadang, hanya memiliki dua kasus penderita stunting, namun itu pun telah mendapat penanganan cepat dari  pihaknya bersama UPT puskesmas dengan memberikan bantuan makanan tambahan untuk menstabilkan gizi penderita.

“Tercatat hanya dua kasus, dan kini bisa dikatakan sudah nol karena kedua penderita stunting tersebut sudah tertangani bahkan saat ini tumbuh kembangnya sudah normal,” imbuhnya .

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Lumbokseminung Khalif Ardhi S.Kep, M.H, mengatakan pihaknya selaku petugas kesehatan berharap partisipasi yang telah berjalan dengan baik terkait perilaku hidup bersih dan sehat  (PHBS) khususnya masyarakat di pekon pancurmas tetap dipertahankan dan ditingkatkan sehingga kedepan tak ada lagi kasus stunting.

“Disamping itu kami juga terus melakukan berbagai program untuk ibu dan anak yang ditemukan mengalami gizi kurang salah satunya melalui pemberian PMT dan vitamin dan kami berharap semua pihak dapat bersinergi melakukan penanganan serta turut mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pencegahannya,” harapnya. (edi/mlo)




Pos terkait