Miliki Potensi 11.000 Ton Gabah Permusim, Tujuh Pekon di Suoh akan Bentuk BUM-Des Bersama

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (DPMP) Kabupaten Lampung Barat, kini tengah fokus mempersiapkan untuk pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama yang melibatkan seluruh pekon di Kecamatan Suoh, dalam rangka menangkap peluang pengelolaan hasil bumi khususnya beras. 

Untuk diketahui,  berdasarkan data yang ada, Kecamatan Suoh dengan luas areal persawahan mencapai 2.057 Hektare, memiliki produksi yang sangat baik yakni mencapai 5,5 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar, atau 11.000 ton lebih GKG untuk sekali panen. Selama ini peluang tersebut masih dimanfaatkan para tengkulak dari luar daerah dengan membeli GKG dan dibawa keluar daerah dengan harga yang kurang menguntungkan petani. 

Bacaan Lainnya



Kabid Pemberdayaan Masyarakat Reza Pahlevi mendampingi Kepala DPMP Lambar Ronggur L Tobing mengungkapkan, rencana pembentukan Bumdes mulai dibahas dan akan ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan 2021 mendatang. 

“Pembentukan BUMDes bersama tersebut akan melibatkan seluruh pekon, dimana seluruh pekon akan bersama-sama melakukan penyertaan modal, dan tahun mulai dipersiapkan termasuk peraturan desa dan regulasi yang akan mengatur soal BUMDes bersama tersebut, sekaligus akan mengatur penyertaan modal minimal Rp100 juta tiap pekon,” ungkapnya. 

Dijelaskan, BUMDes bersama tersebut dianggap penting dan menjadi peluang besar dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Lambar, juga untuk mengembangkan produk lokal serta membantu petani setempat dalam pemasaran hasil pertanian khususnya beras. 

“Pekon yang ada Kecamatan Suoh sudah sepakat dalam pembentukan BUMDes bersama. Beberapa waktu lalu mereka (peratin) sudah sepakat untuk melakukan pembentukan Bumdes bersama, dan kita tahun ini fokus pada pembentukan mulai dari organisasinya, kepengurusannya, AD/ART dan peraturan bersama saat dilakukan Musyawarah Antar Desa (MAD),” kata dia..

Dengan adanya BUMDes Bersama tersebut, produk lokal yaitu beras dari hasil bumi di Suoh dapat dikenal masyarakat dalam maupun luar Lambar. Kita berharap dengan adanya Bumdes Bersama ini, produk lokal dapat dikenal di dalam maupun luar Lampung Barat, dan produksi beras di Suoh dapat dihimpun dengan baik, karena bagaimanapun Suoh merupakan penghasil beras terbesar di Lambar,” ujarnya. 

Sementara itu, Camat Suoh Novi Andry, SKM, MM., mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik dengan rencana pembantukan BUM-Des bersama yang sudah dijadikan komitmen oleh pekon tersebut. 

“Ini akan berdampak pada stabilitas harga gabah di petani, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, selain itu kita berharap bisa menjual dalam bentuk beras ke pasar, kita yakin bisa bersaing karena kualitasnya cukup baik, di samping itu tentu BUMDes Bersama tersebut akan membuka lapangan kerja baru bagi anak-anak Suoh, ” imbuhnya. (nop/mlo)



Pos terkait