Minat Peternak Lambar Ikut AUTS/K Masih Rendah   

  • Whatsapp
Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Alma' Arif

Medialampung.co.id – Kabupaten Lambar tahun ini mendapatkan kuota program asuransi usaha ternak sapi/kerbau (AUTS/K ) sebanyak 48 ekor.

“Lambar dapat kuota program AUTS/K sebanyak 48 ekor namun sampai hari ini belum ada satupun peternak yang mendaftarkan ternak sapi dan kerbaunya untuk diasuransikan,” ungkap  Kabid Peternakan Alma‘ Arif, S.I.P mendampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Agustanto Basmar, S.P, M.Si di Ruang Kerjanya, Selasa (30/6).

Bacaan Lainnya



Terkait program AUTS/K itu, kata Alma’ Arif, pihaknya bersama Dinas Peternakan Provinsi Lampung dan PT. Jasindo telah melaksanakan sosialisasi kepada 10 kelompok tani di Kecamatan Sekincau, Rabu (24/6).

“Dalam pertemuan itu bukan hanya program AUTS/K yang disosialisasikan namun juga program kartu petani berjaya, dan asuransi usaha tani padi (AUTP),” ucapnya.

Selama ini, kata dia, pihaknya telah berupaya agar seluruh peternak di Kabupaten Lambar mendaftar menjadi peserta program AUTS/K, salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk kepada peserta yang lama agar mereka mendaftar kembali menjadi peserta program AUTS/K. 

Program AUTS/K memberikan perlindungan dalam bentuk ganti rugi kepada peternak jika terjadi kematian sapi karena penyakit, sapi mati karena beranak. kecelakaan atau hilang akibat pencurian sehingga peternak dapat meneruskan usahanya.

“Kita berharap kepada peternak di Lambar agar ikut serta dalam program AUTS/K,  karena peternak sapi atau kerbau akan diuntungkan dengan mengikuti program tersebut.  Sebab  jika ternaknya mati karena sakit, beranak, kecelakaan dan hilang  maka akan mendapatkan asuransi Rp10 juta per ekor, sementara kelompok tani hanya membayar asuransi sebesar Rp40.000/tahun/ekor,” ajaknya.

Lanjut dia, sebenarnya biaya asuransi itu dalam satu tahun sebesar Rp200.000/ekor,  namun karena mendapatkan subsidi dari pemerintah sebesar Rp160 ribu, maka para peternak cukup membayar Rp40 ribu/ekor  selama satu tahun.

“Ini jelas murah sekali dan membantu peternak, jadi kita berharap agar peternak segera mendaftarkan ternaknya untuk mendapatkan asuransi dari PT. Jasindo,”  pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait