Mingrum Gumay: Jangan Sampai Covid-19 Menyebar di Lapas!

  • Whatsapp
foto sya/mlo

Medialampung.co.id – Tim II Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung mengunjungi Lapas Kelas II B Gunungsugih, Lampung Tengah, Selasa (21/4). Kehadiran Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay didampingi Ketua DPRD Lamteng Sumarsono ini untuk memastikan kesehatan warga binaan dalam kondisi pandemi Covid-19

Kalapas Kelas II B Gunungsugih Sohiburrachman menyatakan sekarang ini lapas dihuni 625 warga binaan. “Sekarang lapas dihuni 625 warga binaan. Jumlah warga binaan yang sudah dikeluarkan dalam program asimilasi 179 orang. Ada juga dua orang yang sudah incrackt dititipkan di Mapolres Lamteng karena kita lockdown,” katanya dalam laporan.

Bacaan Lainnya



Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, kata Sohiburrachman, telah dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga binaan agar menjaga kesehatan. “Sosialisasi dan edukasi terkait Covid-19 sudah dilakukan. Kita juga lakukan lock down. Meski demikian, bagi warga yang hendak menitipkan makanan atau vitamin kepada keluarganya yang jadi warga binaan tetap dilayani. Kita juga berikan akses komunikasi dengan fasilitas video call gratis kepada warga binaan,” ujarnya 

Jika ada warga binaan yang sakit, kata Sohiburrachman, pihaknya langsung koordinasi dengan tenaga medis di Puskesmas Gunungsugih. “Kami langsung koordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Gunungsugih jika ada warga binaan yang sakit. Dokter Ari yang biasa seminggu dua kali ada di sini untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan warga binaan. Petugas medis, kami masih pinjam. Kami mohon kepada Pemkab Lamteng untuk bisa menempatkan petugas medis di lapas. Di sini hanya punya satu perawat, kalau dokter belum ada. Idealnya harus ada petugas medis, yakni seorang dokter dan perawat minimal dua yang menjadi pegawai di sini,” ungkapnya.

Terkait program pra kerja untuk warga yang mendapatkan program asimilasi, Sohiburrachman menyatakan akan segera diajukan. “Kami sudah komunikasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kami sampaikan siapa saja yang menerima,” tegasnya.

Sedangkan Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay menyatakan warga binaan kesehatannya juga harus terjaga. “Warga binaan juga WNI. Kesehatannya juga harus terjamin dan harus mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai Covid-19 masuk dan menyebar di lapas ini,” katanya.

Terkait apakah sebagai wakil rakyat akan memberikan perhatian penuh terhadap warga binaan, Mingrum menyatakan hal ini nanti dibicarakan. “Lapas ini adalah lembaga vertikal yang dianggarkan APBN. Bisa saja menggunakan APBD dalam bentuk dana hibah atau lainnya. Nanti dibicarakanlah ya. Jika bisa, nanti dapat digunakan untuk pelatihan-pelatihan, kesejahteraan, dan kesehatan,” ujarnya.

Masalah kebutuhan petugas tenaga medis, Mingrum juga akan membicarakan hal ini dengan Kakanwil Kemenkumham, bupati, dan Kalapas-nya. “Nanti ini juga dibicarakan apakah satu cukup atau tidak. Kemudian apakah SDM-nya ada. Nanti kita koordinasikanlah sesuai kebutuhan. Tapi, harus diingat bahwa dokter terbaik adalah diri kita sendiri. Diri sendiri yang menjaga kesehatan kita 24 jam. Pesan saya warga binaan agar tetap menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan,” tegasnya.

Terkait warga binaan yang mendapatkan program asimilasi, kata Mingrum, segera usulkan untuk mendapatkan program pra kerja. “Warga binaan yang mendapatkan program asimilasi secepatnya usulkan dapat program pra kerja. Program pra kerja ini harus difokuskan juga untuk warga binaan yang baru keluar lapas,” ungkapnya. (sya/mlo)



Pos terkait