Momen Libur Lebaran Idul Adha, Pengunjung KRL Hampir 3.000 Orang

  • Whatsapp
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Ir. Noviardi Kuswan

Medialampung.co.id – Masyarakat di Kabupaten Lambar serta dari luar daerah memanfaatkan momen libur hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah, dengan berkunjung ke  Kebun Raya Liwa (KRL).

“Selama libur lebaran Idul Adha jumlah pengunjung Kebun Raya Liwa hampir 3.000 orang, rinciannya Sabtu (1/8) sebanyak 1.560 orang dan Minggu sebanyak 1.420 orang,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Ir. Noviardi Kuswan, Senin (3/8/2020) 

Bacaan Lainnya



Kata dia,  pihaknya telah resmi membuka KRL sejak Minggu (12/7) dan rata-rata pengunjung sekitar  1.000 orang baik dari kalangan anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Kecuali hari Senin dan Jumat, KRL ditutup karena dalam proses pemeliharaan dan pembersihan.

“Kalau kita lihat kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan cukup tinggi, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, sehingga  tidak ada kendala,” imbuhnya.

Sebelum masuk ke Kebun Raya Liwa, kata Noviardi, petugas melakukan pengecekan suhu tubuh para pengunjung dan tamu dengan menggunakan Thermogun, kemudian pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.  “Kita juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) internal kebun raya khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dan kepatuhan dalam penerapan protokol Covid-19, sehingga bisa menjadi agen-agen dalam mensosialisasikan protokol menjelang New Normal kepada masyarakat,” imbuhnya

Selain menyiapkan SDM yang berkaitan dengan pelayanan dan kepatuhan penerapan protokol Covid-19, pihaknya juga telah menyiapkan sarana pendukung protokol New Normal di objek wisata seperti halnya alat cuci tangan, benar/film pendek protokol New Normal sebagai media sosialisasi kepada masyarakat.  Kemudian, penyemprotan desinfektan, pemberian tanda Physical Distancing pada beberapa fasilitas di Kebun Raya Liwa. “Kita berharap pengujung KRL tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah,” (lus/mlo)



Pos terkait