MPD IKDMI Lamteng Baru Lantik Pengurus MPC IKDMI Gunungsugih

  • Whatsapp

Medialampung.co.id. – Majelis Pimpinan Daerah (MPD) Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IKDMI) Lampung Tengah baru melantik satu pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) IKDMI Kecamatan Gunungsugih. MPD IKDMI menargetkan pengurus 28 kecamatan bisa rampung Agustus 2021.

Ketua MPD IKDMI Lamteng Dr. Hi. Warisno, M.Pd.I., menyatakan baru satu kecamatan pengurus IKDMI yang dilantik. “Baru satu kecamatan, yakni Gunungsugih. Pengurus MPC IKDMI ada 20 orang terdiri atas Forkopimcam serta tokoh agama, baik dari NU, Muhammadiyah, LDII, dll,” katanya.

Bacaan Lainnya

Target kepengurusan MPC 28 kecamatan di Lamteng, Warisno menyatakan ditargetkan selesai Agustus 2021. “Kita targetkan selesai Agustus 2021. Sudah ada tujuh kecamatan lagi yang pengurusnya sudah siap. Tapi belum kita lantik. Kecamatan apa saja, nanti kalau sudah dilantik diberi tahu,” ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam Rakerda I MPD IKDMI Lamteng ada tujuh poin. Pertama, Bidang Organisasi dan Konsolidasi Kewilayahan membentuk Majelis Pimpinan Cabang IKDMI di setiap kecamatan. Juga pembagian 3 zona, yakni timur, tengah, dan barat. Ini untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi. Kedua, Bidang Da’wah, Kaderisasi, dan SDM mengadakan peningkatan kapabilitas khatib dengan program akademi, pelatihan, dan sertifikasi khatib.

Ketiga, Bidang Kemitraan, Komunikasi, dan Publikasi menerbitkan naskah khotbah dalam bentuk buletin. Baik buku melalui media elektronik maupun media cetak. Keempat, Bidang Koperasi dan UMKM meningkatkan ekonomi kerakyatan dengan membentuk koperasi kemasjidan, usaha kemandirian, toko IKDMI, dan produk halal. Kelima, Bidang Kaderisasi Umat menggali potensi-potensi pemuda sebagai ajang regenerasi khatib masa depan lebih berkualitas.

Keenam, Bidang Advokasi pelayanan konsultasi hukum secara gratis setiap jam kerja, pembinaan advokasi tingkat kabupaten dan kecamatan, serta pembentukan cabang-cabang advokasi MPC IKDMI tiap kecamatan. Ketujuh, Bidang Seni Budaya Islami menggali budaya-budaya Islami kearifan lokal menjadi budaya Islami nasional dan internasional melalui pendampingan, pelatihan, dan ajang perlombaan tingkat kecamatan maupun kabupaten. (sya/mlo)




Pos terkait